Cerita liburan ke Sumatra Barat : Padang – Bukittinggi – Danau Maninjau dan Lubuk Basung. Ulasan lengkap tempat wisata Bukittinggi dan tips jalan jalan dengan balita. Cerita ini sudah aku tampilkan di multiplyku, tapi di sini aku bagi beberapa bagian dan di lengkap sana sini.
Kisah Petualangan ke Bukittinggi Dengan 2 Balita Dan Malaikat Pelindung
Prelude :
Bagiku, liburan ke tempat lain bukanlah sekedar jalan-jalan, makan-makan dan foto-foto, .
Bagiku, liburan ke tempat baru / asing, berpetualang, adalah sarana untuk belajar kehidupan. Suatu cara praktis untuk menempa diri menjadi pribadi mandiri, berani, kreatif, bertanggung jawab, tepa selira dan banyak sifat positif lainnya. Aku sudah membuktikannya sejak diriku masih di SD. Dulu aku happy bepergian bersama keluarga tapi aku jg sangat menikmati petualanganku seorang diri. Dari petualangan, bathinku diperkaya, wawasanku bertambah. Menikah dan mempunyai 4 anak yang lahir setiap 2 tahun, tak merubah kebiasaanku. Sekarang aku melakukannya kadang sendiri, berdua suami, kadang bersama anak anak dengan formasi tim yang berubah ubah, bergantian.

Jam Gadang Bukittinggi
Berikut kisah petualangan di tahun 2008 dengan 2 putriku ; Mentari (waktu itu 4 tahun) dan Jelita ( waktu itu 24 bulan). Perjalanan petualangan formasi 3 ceweks ini sudah kami mulai sejak Jelita masih ada di kandunganku. Saat aku hamil 5 bulan, aku dan Mentari (saat itu usia 1 tahun lebih) berpetualang ke Inggris. Saat Jelita usia 23 bulan kami melakukan perjalanan 2.5 bulan dengan route berikut : Toulouse (France) – Frankfut – Singapore- Jakarta. Kemudian Jakarta – Kuala Lumpur – Genting – Kuala Lumpur – Jakarta. Dilanjut dengan Jakarta – Padang – Bukit Tinggi – Maninjau – Silayang Tinggi – Maninjau- Bukittinggi – Padang – Jakarta. Dan Petualangan kami diakhiri dengan route : Jakarta -Singapore – Frankfurt – Toulouse. Yang akan kukisahkan berikut hanya kisah perjalanan kami ke Sumatra Barat saja. Walau cuman penggalan cerita dari seluruh petualangan kami, tapi kuanjurkan pembaca untuk ke dapur ngambil cemilan dan minuman. Ceritaku mungkin akan sangat panjang yang bikin pembaca haus, lapar atau malah ketiduran . Siap ? Ayo kita mulai !
Petualangan di mulai sejak kami duduk dalam bus damri yang mengantar kami dari Bekasi ke Bandara Soekarno Hatta. Aku emang gak mau diantar, gak mau pake taksi, gak seruw. Anak- anak sudah terbiasa jalan tanpa digendong, dan juga terbiasa membawa backpack keperluan mereka. Check in air asia berjalan mulus. Sayangnya kami harus menerima kenyataan pesawat delay . Kami tiba di Bandara Padang (Bandara Internasional Minangkabau – BIM) 2 jam lebih telat dari jadwal.
Hari sudah gelap, sudah jam 8 malam dan tempat ini benar2 asing bagi kami karena ini pertama kalinya kami berada di situ. Aku langsung meminta info, dimana kami bisa mendapat mobil travel untuk ke Bukittinggi.
“Sudah malam Bu, travel sudah tak ada, naik taksi aja” begitu jawab beberapa lelaki memberikan informasi.
Aku gak puas dengan jawaban itu, karena menurut informasi yang aku baca di internet, travel masih tersedia sampai penerbangan terakhir. Akhirnya aku diberi tau, untuk pakai travel ke Bukittinggi, kami perlu naik damri bandara dulu ke Minang Plaza. Keluar terminal kedatangan, langsung terlihat damri yang sedang menunggu penumpang. Kami gak perlu sampai ke Minang Plaza, Pak sopir yang baik hati mengantar kami ke agen travel yang ternyata jaraknya dekat sekali. Belum juga 5 menit, kami sudah tiba.
Perjalanan Padang – Bukittinggi melewati Lembah Anai dan Padang Panjang dilalui dengan full music lagu-lagu jadul milik Pance yang sukses menjadi lagu pengantar tidur 2 ceweks kecilku. AC mobil dingin dan kursi yang nyaman. Service yang bagus untuk harga tiket Rp.15.000,- Perjalanan menjadi terasa sebentar. Kami tiba di Hotel Ambun Suri menjelang jam 11 malam. Saat tiba anak- anak terbangun dan menjadi segar lagi, makanya setelah tiba di kamar, acara selanjutnya adalah mandi, biar badan enak untuk segera tidur karena besok pagi petualangan lain telah menanti.
Hari 1 : Malaikat Pelindung Membuat Terharu.
Mau tau lanjutannya ? baca cerita sambungannya yuk :



[...] Cerita Petualangan Ke Bukittinggi Bersama 2 Balita [...]
wah kayaknya asyik sekali ya…jalan-jalan ke bukit tinggi…sayang sy belum sempat ke sana