Resep / Tips Bahagia : Cara Mudah Hidup Bahagia

Apakah definisi bahagia, bagaimana mempunyai hidup yang bahagia, menjadi wanita bahagia, membentuk keluarga yg berbahagia ?  Coba tips sederhana meraih kebahagiaan berikut ini.  Resep bahagia yang  sangat mudah untuk dipraktekan secara pribadi, pasangan maupun keluarga.  Tulisan ini saya buat 4 tahun lalu dan berharap bisa menjadi inspirasi buat anda dan keluarga.


Menurut anda hal atau keadaan apa yang menjadi dambaan setiap orang ?
Kalau menurut saya jawabannya adalah kebahagiaan. Setiap insan manusia ingin bahagia. Anak kecil, abg, orang dewasa maupun manula ingin bahagia. Segala usaha dikerahkan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Ada yang bilang dia akan bahagia bila berhasil memperistri gadis cantik. Sebagian orang lagi berpendapat banyak uang, tenar, kaya, punya rumah bagus, pakai baju dan pernak pernik bermerek, wara wiri liburan ke luar negeri adalah salah satu, salah dua atau beberapa faktor penentu kebahagiaan.
Benarkah demikian ? Mari kita lihat contoh berikut.

Anna-Nicole Smith : celebrity, model, american sex symbol, aktris, menikah dengan billionare J. Howard Marshall II , dia mempunyai segalanya untuk hidup yang berbahagia. Apakah dia bahagia ? Saya ragu, karena orang yang bahagia tidak akan mengkonsumsi drugs yang berakhir dengan kematian.
Saya bisa membuat list yang sangat panjang dari orang-orang yang punya segalanya tapi masa hidupnya berakhir secara tragis. Di tengah gelimang uang yang mereka punya, di sela sela hiruk pikuk pesta pora, mereka justru mendapatkan dirinya sebagai orang yang kesepian, yang merana. Uang, kekayaan, popularitas, kekuasaan, kekuatan tidak bisa membeli dan memberikan kebahagiaan.

Lalu apa yang dilakukan agar kita bisa bahagia?
Sangat gampang, yang dibutuhkan hanyalah sebuah keputusan. Ya, anda, saya siapa saja bisa bahagia bila kita memutuskan untuk bahagia. Di tengah suasana yang tersulit bagaimanapun, kita hanya perlu sebuah keputusan apakah kita bahagia atau merana dalam keadaan tersebut.
Di saat kesulitan melanda, suasana gak enak, cuaca buruk, teman ngeselin, uang gak punya, badan gak sehat, di tengah semua keadaan itu dan keadaan pahit apapun yang kita hadapi, bila kita putuskan bahwa kita bahagia, maka kita tetap bahagia. Kita tidak bisa mengontrol keadaan eksternal, lingkungan kita, tapi kita bisa mengontrol pikiran dan perasaan kita, memilih untuk tidak menjadi memble, sedih, merana dengan keadaan kita, memutuskan untuk bagaimanapun situasi yang kita punya, kita bahagia, maka kita akan bahagia.

Coba buktikan teori saya ini. Saat lagi terperangkap macet anda marah-marah, gak sabaran, merengut, ngomel. Apa yang anda dapatkan ? Ce spasi De …. cape deuhhhh.
Besoknya, atau gak perlu besoknya beberapa menit kemudian setelah tarik nafas, anda ambil keputusan bahwa di tengah kemacetan ini saya mau tetap bahagia, saya mau tetap enjoy maka pikiran dan perasaan anda akan lebih tentram, rileks, anda bisa menikmati suasana sekeliling, mendapatkan banyak hal lucu dan unik yang bisa menghibur, dibandingkan suasana sebelumnya saat anda memutuskan untuk menekuk muka dan ngomel.

I am SO special because I am happy.
I am happy because I am SO special

Bangga dan Percaya Akan Kapasitas Diri

Saya unik, saya sangat spesial karena saya bahagia, bukan karena saya mempunyai materi, popularitas , kuasa dan yang sejenisnya, tapi saya bahagia karena saya memutuskan untuk bahagia. Bangga dan percaya diri  bukan utk menyombongkan diri tapi sebagai tanda ucapan syukur bahwa saya diciptakan secara komplit, unik dan gak ada alasan untuk menyalahkan Sang Pencipta.  Tak ada alasan untuk menyesali nasib / takdir krn percaya apa yg digariskan Sang Khalik adalah yg terbaik.    Keputusan untuk bahagia ini bukan hanya berlaku untuk contoh kasus “kecil” seperti contoh macet di atas, tapi juga dalam hal kehidupan yang jauhhhh lebih kompleks.

Karena prinsip, saya pernah memutuskan untuk meninggalkan jabatan sebagai direktris sebuah perusahan, berubah status menjadi pengangguran, gak mau kerja lagi. Ketika tabungan semakin menipis tapi harus membayar cicilan rumah, cicilan mobil akhirnya saya jadi telemarketer ! Bayangkan dari seorang direktris yang sering bepergian ke luar negeri untuk training, conference dan liburan berubah menjadi telemarketer yang harus merayu orang di telepon untuk membeli sebuah program liburan atau program di sebuah hotel. Dari posisi sebelumnya yang maksi di restoran mewah, beralih ke makan hanya sekali sehari. Betul, anda gak salah baca, saya selama setahun hanya makan sekali sehari dengan menu yang sederhana hanya biar gak pingsan. Makan hanya sekali agar uang tetap ada untuk bisa tetap menyicil rumah dan mobil yang pada saat Indonesia mengalami krisis moneter bunga bank menjadi gila gilaan. Bagaikan buah simalakama saya harus meneruskan cicilan cicilan yang sudah setengah jalan, sayang untuk dilepas dengan hanya makan sekali sehari.

Dalam situasi di atas, saya bisa merana, menyalahkan partner usaha saya, menyalahkan situasi ekonomi Indonesia yg sedang krisis, menyalahkan banyak hal sebagai alasan saya harus mengalami ketidak nyamanan itu. Tapi tidak, saya memutuskan untuk bahagia. Saya bersyukur karena Tuhan memberikan cobaan kepada saya karena saya tau Tuhan memberikan cobaan tidak akan melampaui kekuatan manusia. Sebagaimana kita perlu ulangan umum untuk naik kelas ataupun ujian akhir untuk lulus, maka dalam hidup ada ujian atau cobaan untuk mendewasakan kita, agar kita mempunnyai karakter yang lebih baik.
Kalau saat ini saya melihat kembali masa-masa susah itu, saya bersyukur saya pernah mengalaminya, karena di saat itulah saya mengalami pertumbuhan mental dan karakter positif yang luar biasa lonjakannya. Tidak hanya pembentukan pribadi tapi juga materi. Setelah masa gemblengan itu saya mendapatkan pekerjaan dengan prospek bagus, bahkan dapat jodoh !

Betapa seringnya kita mengeluh, tidak bahagia dengan apa yang sedang kita miliki. Seseorang di Benhil melamunkan dirinya akan bahagia bila bisa naik ke Menara Eiffel, sedangkan ada orang lain yang bisa tiap hari kunjungi menara Eiffel tapi melamunkan dirinya akan bahagia bila ia bisa makan pecel lele di Amigos – agak minggir got sedikit :) .
Saya unik, saya special karena saya bahagia. Walau saya sebelumnya wanita karier yang bisa breakfast di Bandung, lunch dengan klien di Jakarta kemudian dinner dengan klien yang lain di Singapore, atau di hari yang lain berpindah pindah di negara Eropa dan Amerika; walau saat ini “hanya” (kata hanya saya beri tanda kutip karena itu menurut orang kebanyakan tapi tidak berlaku bagi saya) sebagai ibu rumah tangga. Pergantian status, tempat tinggal bisa menjadikan alasan untuk sedih. Tapi saya memilih untuk bahagia dan saya bahagia dengan keadaan saya saat ini yang “hanya” ibu rumah tangga, tinggal jauh dari tanah air dan sanak saudara, sibuk urusi 4 anak dan tidak bisa travel sesering saat masih single.

Saya sangat spesial karena saya bahagia.
Saya bahagia karena saya sangat spesial.

Siklus bahagia – spesial ini yang membuat hidup saya tidak monoton, membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang saya punya, bangga dengan apa yang saya kerjakan. Walau tanpa bantuan baby sitter dan maid **1  seperti halnya di Indonesia , saya bangga dan bahagia bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan**2 kepada 4 orang anak saya, di tengah tengah anggapan masyarakat modern yang mengatakan hare genee ngasih ASI ? Saya bangga, saya sangat spesial , saya bahagia karena saya tau ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Orang lain bisa dan silakan beranggapan lain tapi sayalah yang memutuskan yang mana yang saya pilih dan saya bahagia dengan pilihan saya. Saya sangat spesial.

Saya sangat spesial karena saya mempunyai apa yang didambakan setiap manusia : kebahagiaan ! Dengan berbahagia saya mengclaim bahwa berkat dan talenta dari Sang Khalik yang saya terima adalah cukup. Saya tidak perlu iri dengan yang dipunyai orang lain tapi tidak saya miliki. Bahagia adalah ungkapan syukur bahwa semua potensi saya adalah cukup, tinggal bagaimana saya memaksimalkan potensi yang ada.
Anda mungkin bilang begini:”kalo semua orang bisa bahagia dan menjadi special dengan cara begitu berarti nanti anda menjadi tidak special lagi dong ?”. Seorang yang memiliki kebahagiaan sejati tidak akan merasa terancam posisinya bila orang lain bahagia. Bahagia adalah hak setiap insan manusia. Bahagia adalah kado cuma cuma pemberian Sang Khalik untuk umatNYA. Ada orang mau menerima kado itu, ada orang yang menampiknya. Semakin banyak orang yang membaca tulisan ini, mempraktekkannya dan menjadi bahagia maka saya akan lebih berbahagia lagi karena dunia ini akan menjadi semakin baik, semakin nyaman. Seorang yang bahagia adalah orang yang senang memberi. Seorang yang senang memberi adalah orang yang bahagia.

Bagaimana keadaanmu saat ini? Sedang tertimpa musibah, sedang mendapat masalah atau cobaan, atau mungkin lagi sedih karena kangen tanah air pengen pulang kampung ? Ijinkan saya memberi beberapa tips ini :

* Mengucap syukurlah bila anda sedang mendapat cobaan, karena itu adalah tanda bahwa Tuhan sayang sama anda, DIA memberikan teguran dan cobaan kepada orang yang disayangiNYA agar nanti lulus menjadi pribadi yang lebih baik.
* Buatlah daftar hal-hal positif yang anda punya, mengucap syukurlah dengan hal hal tersebut dan maksimumkan penggunaan hal hal tersebut untuk membuat anda bahagia. Anda akan terkejut mendapatkan begitu banyaknya hal hal positif yang anda punya atau masih punya dibandingkan masalah yang sedang anda hadapi.
* Anda tidak bisa mengontrol keadaan eksternal / lingkungan sekitar tapi anda bisa mengontrol pikiran dan perasaan anda. Anda bisa punya puluhan bahkan ratusan alasan untuk memble, sedih dan merana tapi HANYA perlu SATU alasan yang diperlukan untuk bahagia : keputusan. Selamat memutuskan dan selamat berbahagia !!!

Note :

**1 Tulisan ini saya buat tahun 2007 saat saya tinggal di Prancis, di mana saat itu saya gak punya pembantu dan baby sitter permanen spt di Indonesia
***2 ASI Eksklusif 6 bulan adalah pemberian air susu ibu ke bayi tanpa diberi makanan maupun cairan tambahan lain – hanya asi thok – yang diberikan kepada bayi dari usia 0 sampai 6 bulan, setelah itu bayi baru diberikan makanan pendamping asi tetapi tetap menerima asi sampai usia 2 tahun, bila memungkinkan.
*** Tulisan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam Kontes Juni 2007: Why I’m So Special yang diselenggarakan oleh sister Jennie S Bev.

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , ,

30 Responses to Resep / Tips Bahagia : Cara Mudah Hidup Bahagia

  1. meri andani on March 15, 2011 at 9:22 pm

    asalamualayikum ibu

  2. diah anggraini on March 16, 2011 at 1:24 am

    terimakasih ibu,artikel ini membuat saya terus belajar untuk selalu terus bersyukur ke pada Sang pencipta,Sang pemberi untuk menjadi bahagia dunia akhirat.

    • lindavera on April 29, 2011 at 9:32 am

      Blessed insurance… Bahagia hrs timbul dari dlm hati sgh terlihat dari wajahnya dan kasihnyA terasa disekitarnya. Mari berlomba2 tuk menggeluarkan kebaikan dan sukacita

  3. syamsuddin on March 16, 2011 at 3:08 am

    terima kasih atas nasehat bahagia,,masih banyak kebahagiaan yang kita miliki kalau kita mau bersyukur…kurang syukur membuat kita kuarng atau sidak bahagia..

  4. sukriati on March 17, 2011 at 3:54 am

    thankyou buk for the sharing, tapi saya orangnya moody

  5. sueing on March 18, 2011 at 1:03 pm

    thanks for the story. i learn alot from it. Now i choose to be a happy woman.to be a special woman. bravo!

  6. joko kepruk on March 21, 2011 at 2:54 pm

    nice for sharing. artikel yang menarik

  7. giewahyudi on March 24, 2011 at 2:41 am

    catatan lama yang selalu bisa mengilhami sampai kapanpun..

  8. rumah dijual on March 24, 2011 at 4:19 am

    bagus sekali artikel yg ibu buat,trima kasih ya bu atas atas saran n infonya…salam kenal bu

  9. jokokepruk on April 2, 2011 at 2:44 pm

    thanks untuk ide-idenya, memberi wawasan lain…

  10. pri crimbun on April 3, 2011 at 11:33 am

    makasih tipsnya bu… jempol deh… :D

  11. rumah dijual on April 8, 2011 at 5:05 am

    Assalamualaikum buu…
    infonya bagus bu,saya mau coba ngejalanin ide-ide yg bagus itu bu.terima kasih ya bu.:)

  12. rachmad on April 9, 2011 at 2:42 am

    ok”s bgt

  13. the-netwerk on April 12, 2011 at 10:42 am

    nice story…
    slam kenal bu..

    Mas/Kang, saya boleh nggak bertukar link ??
    link saya ini :http://www.hajarabis.com
    ntar link mas saya taruh di website saya..
    Thanks anyway..
    sukses selalu

  14. Wooden on April 17, 2011 at 3:16 pm

    Terimakasih atas sharingnya bu, walaupun ibu jauh di Prancis tetapi terasa dekat di hati melalui ibujempol.com

  15. Frieze on April 17, 2011 at 3:22 pm

    Eh…blog ini telah mengalami perubahan…BTW facebook nya ada ngga bu biar kenalan sekalian dan terus mengikuri perkembangan blog ini

  16. Reny on April 19, 2011 at 6:51 am

    Cara mengukur kebahagiaan setiap orang pasti berbeda, tergantung bagaimana kita mensyukuri apa yang telah dianugrahkan oleh-Nya

  17. General news on April 19, 2011 at 1:46 pm

    thx infonya,bahagia menurut ku itu adalah, bagaimana kita bisa selalu berprilaku positif dan membuang jauh2 perasaan iri hati, ikhlas melakukan setiap kegiatan/masalah yg kita hadapi.

    punya harta,keluarga yg utuh itu kadang bukan merupakan jaminan kita bisa merasa bahagia.

  18. grahainfo on April 20, 2011 at 9:38 am

    terima kasih tipsnya

  19. baju muslim on April 20, 2011 at 4:00 pm

    Kuncinya adalah selalu bersyukur dan selalu merasa happy dimanapun dan kapanpun

  20. edi on April 21, 2011 at 5:01 am

    menjadi orang bahagia… tujuan hidup saya. salam kenal leh nitip link ya…www.ediiklan.com. makasi..

  21. uniq on April 28, 2011 at 9:41 am

    Ibu jempol..terimakasih bnyk untk artikel ibu. Secara kebetulan sekali saya sdng sngt berssedih sehabis membaca email dari negri sebrang. Saya pergi keluar rumah tanpa tujuan seakan hidup saya akan segera berakhir,saya hanya membawa hp saya krn saya memang hbs baca email dari hp saya dan dgn itu saya bisa membaca tulisan ibu. Trimakasih ya ibu,skarang saya ingin melihat hari esok,apa gerangan hal yg tdk pernah saya pikirkan mungkin saja bisa terjadi. Terimakasih

  22. Eve on April 28, 2011 at 10:22 am

    Bener2 Jempol!
    He..he…he..
    coba kalo ada sekolah
    ato les pembentukan karakter
    tp belum tentu laku keras kali yaaaaa!
    hahahahahahhahahah

  23. TIYO on May 2, 2011 at 10:51 am

    Ketika 3 komponen bersinergi(hati,pikiran, dan fisik),keseimbangan kita raih

  24. Detox on May 5, 2011 at 8:55 am

    Kebahagian itu sudah ada pada kita tinggal kita bagaimana mensyukuri apa yang telah kita miliki bukan yang belum kita miliki. Thanks bu jempol atas artikelnya, teruslah menulis, kami tunggu artikel berikutnya

  25. Rizki on May 6, 2011 at 12:37 am

    terimakasih Ibu jempol
    ternyata baru sdar saya,apa yg sya punya jarang orng lain memilikinya,jadinya saya mudah bersyukur,,trimakasih Ibu Jempol. :D
    Salam Hangat dari saya :D

  26. Forum Promosi on May 9, 2011 at 8:06 pm

    seperti apa kita memang tergantung dari pilihan kita sendiri ya bu,
    dan meskipun belum seratus persen selalau merasa bahagia tapi saya belajar memegang prinsip .. belajar IKHLAS agar hidup lebih bergairah …”

    salam kenal bu

  27. Anis Hamidi on May 30, 2011 at 3:17 am

    Alhamdulillah. Betul… Syukuri Ni’mat yang ada …. Pasti Allah akan tambah lagi dengan Ni’mat yang lebih baik lagi. So…happy dech. makasih bu jempol.

  28. Rethie de jong on June 28, 2011 at 1:25 pm

    Tetap semangat!!! Saya sbg wanita bangga jika ada kaum yang orang katakan lemah tyt bisa kuat, dan bahagia dengan segala keputusan yang diambil.tulisan anda sangat bagus dan menjadi inspirasi untuk saya dan tentunya anak anak saya akan saya sarankan membaca tulisan anda…..selamat berbahagia!!!

  29. Semadhi on July 11, 2011 at 3:36 am

    Buat “Jempol” artikelnya menarik, saya menyukai ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Artikel via Email

Isi E-mail, Klik Saya Mau:


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda