Perpajakan |Tarif Pajak |Perhitungan Pajak

Tarif pajak - perhitungan pajak

Tarif pajak - perhitungan pajak

Konsekwensi memiliki NPWP Pribadi adalah kita harus melaporkan pajak pribadi kita, kita harus tau peraturan pajaktarif pajak dan bagaimana melakukan perhitungan pajak.  Dalam artikel berikut akan dibahas tarif pajak dan contoh perhitungan pajak ,  baik untuk pajak penghasilan (pph) pribadi, maupun untuk wajib pajak badan / perusahan.

Tarif progressive pajak sesuai dengan Pasal 17 Undang – undang Pajak Penghasilan No. 17 tahun 2000 baik untuk PPh perorangan/Pasal 21 dan PPh Badan adalah sebagai berikut :

I. Tarif pajak yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi wajib pajak orang pribadi.

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

a. sampai dengan Rp. 25.000.000 5%
b. diatas Rp. 25.000.000 s.d. Rp. 50.000.000 10%
c. di atas Rp. 50.000.000 s.d. Rp. 100.000.000 15%
d. di atas Rp. 100.000.000 s.d. Rp. 200.000.00 25%
e. di atas Rp. 200.000.000 35%

II. Tarif pajak yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap.

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

a. sampai dengan Rp. 50.000.000 10%
b. di atas Rp. 50.000.000 s.d. Rp. 100.000.000 15%
c. di atas Rp. 100.000.000 30%

Dengan adanya lapisan tarif seperti itu maka, untuk penghasilan kena pajak orang pribadi sebesar Rp. 75.000.000 maka perhitungan pajak terhutang akan dihitung sebagai berikut :

- Rp. 25.000.000 x 5% = Rp. 1.250.000
- Rp. 25.000.000 x 10% = Rp. 2.500.000
- Rp. 25.000.000 x 15% = Rp. 3.750.000

Total PPh terhutang

= Rp. 7.500.000

Untuk mendapatkan perhitugan tersebut maka kita harus melakukan pemilahan untuk lapisan tarif yang akan kita gunakan dalam menghitung pajak terutang. Pertama untuk lapisan tarif Rp. 25.000.000 kemudian lapisan tarif kedua dan seterusnya.

Coba kita perhatikan dengan perhitungan dibawah ini, misalkan penghasilan untuk orang pribadi adalah Rp. 75.000.000, maka pajak yang akan terutang adalah :

(Rp. 75.000.000 x 15%) – Rp. 3.750.000 = Rp. 7.500.000 .

Dengan menggunakan cara tersebut maka hasil perhitungan akan sama, tanpa harus melakukan perhitungan untuk masing – masing tarif. Bagaimana rumus atas keseluruhan shortcut tersebut baik untuk orang pribadi atau wajib pajak badan. Berikut rumus bakunya :

Wajib Pajak orang pribadi (Pajak Perorangan)

Lapisan PKP

Cakupan tarif

Pengurang

a. sampai dengan Rp. 25.000.000 5% Rp. 0
b. sampai dengan Rp. 50.000.000 10% Rp. 1.250.000
c. sampai dengan Rp. 100.000.000 15% Rp. 3.750.000
d. sampai dengan Rp. 200.000.000 25% Rp. 13.750.000
e. di atas Rp. 200.000.000 35% Rp. 33.750.000

Jadi misalkan PKP dari WP orang pribadi tersebut adalah Rp. 175.000.000 maka WP tersebut berada dalam lapisan tarif 25%. Dengan demikian pajak yang terutang adalah :

(Rp. 175.00.000 x 25%) – Rp. 13.750.000 = Rp. 30.000.000

Hasil tersebut akan sama dengan hitungan konservatif yang kita lakukan dengan melalui masing – masing lapisan tarif. Bagaimana dengan Pehitungan untuk PKP atas Wajib Pajak badan. Berikut Shortcut yang disarankan.

Wajib Pajak  Badan ( Pajak Perusahan)

Lapisan PKP

Cakupan tarif

Pengurang

a. sampai dengan Rp. 50.000.000 10% Rp. 0
b. sampai dengan Rp. 100.000.000 15% Rp. 2.500.000
c. di atas Rp. 100.000.000 30% Rp. 17.500.000

Sebagai contoh jika suatu WP Badan mempunyai PKP sebesar Rp. 350.000.000 maka penghitungan untuk mencari PPh terutang dengan Shortcut ini adalah .

(Rp. 350.000.000 x 30%) – Rp. 17.500.000 = Rp. 87.500.000

Memang dengan menggunakan program Microsoft Excell maka perhitungan pajak akan lebih mudah, akan tetapi bagaimana jika saat ujian dan yang tersedia adalah kalkulator, maka tentunya Shortcut ini akan sangat membantu anda dalam menghemat waktu.

Note :  Artikel pajak dan contoh perhitungan pajak PPh pasal 21 di atas bukan tulisan saya, saya hanya menulis pendahuan / kata pengantarnya saja.  Perhitungan tarif pajak tersebut adalah tulisan Aditya T. Handoko dari Bwoga – Prime Consulting, yang saya ambil dari blog Pak Robert Marbun.     Selamat menghitung pajak  !

STOP PRESS

Kerja dari rumah, punya bisnis sendiri, mau?. Atau sekedar cari uang tambahan? Dapatkan rahasianya, belajar GRATIS selama 1 bulan secara online. Promosi ini hanya berlaku dari tgl 1 – 24 Maret 2009. Jangan sampai nyesel, kesempatan gak datang 2 kali. Ingat ini GRATIS, jadi tanpa resiko. Daftarkan sekarang juga. Klik tombol berikut untuk daftar atau untuk dapatkan info lebih lanjut.

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , , , , , ,

8 Responses to Perpajakan |Tarif Pajak |Perhitungan Pajak

  1. Chozin nuari on May 6, 2009 at 11:07 am

    Yang terbaru mana yach mas?
    Revisi UU PPh No 36 tahun 2008?

    • dyah on June 21, 2010 at 11:19 am

      terbaru UU PPH no.36 thn 2008

  2. phen-fen on July 27, 2009 at 9:40 am

    Hi,
    I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.
    Regards,
    Jane

  3. Cank on October 25, 2009 at 10:56 pm

    Blog walking…

  4. Geh on October 25, 2009 at 10:58 pm

    NiCe WoRk…
    .
    (Blog Walking ) :p

  5. ipin on March 8, 2011 at 4:16 am

    hi,
    mau numpang tanya, saya kurang jelas sama keterangan di atas.
    bagaimana dengan perhitungan pajak untuk gaji tetap misalkan 4,5 juta (dalam negri) and mendapat oversea allowance karna keluar negri sebanyak 3juta.. cara perhitungannya beda sama di atas spertinya? boleh tolong saya untuk menjelaskan hal ini?

    • joker on August 15, 2011 at 3:44 am

      itu kyknya masuk ke bonus..
      karna masih masuk objek pajak dalam negri.
      tinggal ditambahin ke pengahasilan setahun, trus dihitung seperti biasa.
      cuma nambahin penghasilan tahunan, tapi kena tarif biasa.

  6. agus on March 23, 2011 at 3:43 am

    masih rumit, acuanya pasal 21 pph tentang perhitungan prosentasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*