Perjalanan Ke Danau Maninjau – Lubuk Basung

Bagian ke3 dari seri perjalanan wisata / petualangan ke sumatra barat : Padang – Bukittinggi – Maninjau – Lubuk Basung.  Berpetualangan sendirian bersama 2 balita

Hari Kedua, Malaikat Pelindung Merubah Seluruh Rencana.

Check out dari hotel dan pesan ke receptionist kalo kami gak dapat penginapan, kami akan kembali malam hari.   Perjalanan dengan angkot menuju terminal bus berjalan lancar.  Bus ke Maninjau dengan  mudah kami temui.   Bus model  3/4 dengan jok yang lusuh, untung gak bau.  Aku bayar Rp.30.000,- untuk 4 kursi agar sederetan (2 kursi di kiri, 2 kursi di kanan) menjadi hak kami sendiri.  Bukan gak mau berbaur, tapi karna melihat ternyata busnya full AC -ep (baca full acep alias full asap rokok,  red).   Harapanku, kalo gak ada yg merokok di sederetan, lumayanlah.  Ternyata asap itu mengepung dari depan dan belakang.  Ya terima nasib ajah, namanya juga naek transport umum.

Rumah Gadang Kelok 44 - Kebun Duren

Rumah Gadang Kelok 44 - Kebun Duren

Bus berjalan sambil sesekali ngambil orang di jalan, ada juga yang turun diganti penumpang baru.  Saat bus udah penuh,  naik seorang nenek.  Nenek Rocker, begitu kesan yang aku tangkap karena asap rokok yang mengepul dr bibirnya bak  cerobong KA.   Udah gak ada kursi, kecuali di deretan kami yang memang kosong karena jatah kursi kami 4 tapi orangnya cuman 3.  Aku gak mau egois, kupersilahkan  si nenek untuk duduk di samping Mentari, sedangkan 2 kursi lagi buat aku dan Jelita.
“Anak mau kemana?” tanya si nenek.
“Ke Danau Maninjau, Nek” jawabku.  Akupun menceritakan rencana kami bermalam di hotel dekat Danau Maninjau, bila kami bisa mendapatkan kamar, bila tidak kami akan kembali ke Bukittinggi.

“Nanti kalo dari Maninjau, main ke tempat nenek, lagi musim durian”.
Olala, denger durian langsung  detak jantungku berpacu lebih cepat.  Buah satu ini emang paling bisa bikin diriku bergairah.
“Dekat rumah nenek ada penginapan?  tanyaku. “Tak ada penginapan, rumah nenek di kampung, tapi kalo mau,  nginap saja di tempat nenek, tapi rumah nenek  rumah kampung”
“Bener, boleh nginep, Nek ?  Kalo gitu kami gak jadi nginep di Danau Maninjau, kami langsung aja ikut nenek sekarang, nginep di rumah nenek”  cerocosku dengan semangat.

Keputusanku semakin bulat setelah kami menuruni bukit dengan kelokan 44 yang terkenal itu, terlihat kabut yang meliputi Danau Maninjau.  Gak terlalu menarik pemandangan di danau dengan kabut yang menghalangi pemandangan ke gunung  dan pulau di seberang danau.  Kami meneruskan perjalanan ke tempat nenek, masih harus duduk di bus itu kurang lebih stengah jam lagi.
Rumah Nenek, malaikat pelindung yang merubah rencana kami ini,    terletak di desa Silayang Tinggi.  Kami berhenti di pertigaan kurang lebih 2 km sebelum kota Lubuk Basung.  Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ojek, mendaki bukit, melalui hamparan sawah dan kebun. Rumah nenek memang sangat sederhana.  Rumahnya bersebelahan dengan rumah putrinya – Uni Yuli- yang sudah menikah dan beranak 3.  Suami Uni Yuli  bekerja di Bukittinggi, hanya pulang sesekali.   Gak ada kursi, tanpa perabot, kami duduk di tikar.  

Batal nginap dan kembali  mencari penginapan di Danau Maninjau? Gak lah, semua sudah kuperhitungkan.  Sejelek apapun kemungkinan yang kami hadapi, akan kami nikmati.  Kami bukan hanya sedang berlibur ke tempat baru, tapi kami juga sedang belajar kehidupan.  Aku sedang mengajarkan sisi lain kehidupan yang  tidak pernah  dialami kedua putriku.  Suatu pengalaman langka yang akan memperkaya bathin mereka.  Aku yakin  semua sudah tersurat, Tuhan mengirimkan kami ke tengah keluarga ini untuk  membantu mereka.   Aku memang sudah berencana budget yg aku anggarkan untuk membayar hotel di Danau Maninjau akan aku berikan ke nenek dan juga membawa makan dan jalan2 keluarga ini. wisata-muko-mukoSetelah berisirahat sejenak dan menikmati cemilan yang kami bawa, tanpa makan siang (yup di rumah nenek gak ada makanan dan sekitarnya gak ada warung), kami langsung ke kebun duren.  Beli duren 12 biji, terus beli lemang ketan 1 ruas bambu, untuk dimakan bersama durian. Sepanjang jalan ke kebun durian, anak2 aku tunjukan pohon2  yang kami temui. 
Aku foto, aku sebutkan namanya dalam bahasa Indonesia, bahasa Perancis dan juga bahasa Latin (untuk tanaman yang masih aku inget nama latinnya).  Aku tunjukkan buahnya, kadang mereka mencium bau buah dan daunnya.  Begitu kebiasanku mengajarkan anak2 untuk mencintai lingkungan, salah satu caranya dengan mengenalkan tanaman yang ada disekitar mereka.   Mentari dan Jelita juga main bersama Lidia dan Willy – cucu nenek -, perbedaan bahasa bukan kendala.  Duren dan lemang ketan disimpan untuk malam.

Panik dan Surprise di malam Hari

Kami kemudian berojek  ke pemandian yang adalah bagian dari PLTA Maninjau, Bendungan Antokan namanya.  Di situ ada Tempat wisata keluarga Sakinah, rumah makan ikan bakar di gubuk2 terapung yang dibuat di atas sungai, dekat waduk.  Ada kolam renang yg airnya dari waduk, kolam renang dengan perosotan.  Hanya Mentari yang berenang dengan Willy dan Lydia.    Kami makan ikan bakar yang lezat, bumbunya meresap,  sangat nikmat ditemani nasi hangat,  lalapan dan sambal. Dessertnya gak lagi, ruang perut harus disisakan untuk duren dan lemang yang sudah menanti.   

Malam hari, abis mandi kami menikmati durian bersama.  Aku kuat menghabiskan 2 buah duren dan beberapa bagian lemang.  Nikmeh ! Sehabis makan duren anak2 mulai tidur2an di tikar yang digelar di ruang tamu Uni Yuli.    Kami memang  akan tidur numplek di situ.  Tau2 Mentari nangis, telinganya kemasukan sesuatu.  Ternyata biji kapuk dari bantal dengan sukses masuk ke telinga, entah bagaimana.  Aku panik , hari sudah gelap dan kami di kampung !   Uni Yuli langsung turun tangan membawa Mentari ke Bidan, aku hanya ngasi duit dan mempercayakan Mentari karena Jelita sudah ngantuk, gak mungkin aku tinggal ataupun bawa jalan lagi.  Cukup sudah perjalanannya hari ini.

Rumah Gadang - Rinuak - Tempat tidur - Naek kebo - Kel Nenek

Rumah Gadang - Rinuak - Tempat tidur - Naek kebo - Kel Nenek

Sejam kemudian mereka kembali.  Puji Tuhan biji kapuk berhasil dikeluarkan.  Dan surprise lainnya, suami Uni Yuli  yang kerjanya di penjualan mobil bekas pulang malam itu membawa mobil.  Suatu surprise  karena biasanya si Uda ini jarang pulang.  Malam itu si Uda pulang dan akan kembali besok pagi.  Malaikat pelindung lain telah dikirimkan untuk mengantar kami kembali ke BukitTinggi besok hari.    Biaya transport kembali yang sudah aku anggarkan aku setorkan untuk  membeli bensin.  Kami senang Udapun senang.  Karena ada Uda, kami jadinya mengungsi ke rumah nenek. 

Lampu remang, kasur dan selimut lusuh dilantai dingin.   Aku memandangi kedua putriku yang tertidur pulas.  Kedamaian yg terpancar dan pulasnya tetap sama.   Tiada beda, di ruang tamu pengap tanpa tempat tidur maupun saat kami menginap  di Chateau Rochefort di Perancis Tengah.  Kenyamanan kasur lusuh sebanding  dengan kasur empuk di suite room hotel yang adalah bekas chateau / istana dengan harga kamar permalam 600Euro.

Pagi hari sebelum kembali kami foto bersama keluarga nenek, juga Mentari sempat naik kebo !
Dalam perjalanan balik ke Bukittinggi, kami berhenti beberapa kali.  Pertama kali di Rumah Gadang yang pemiliknya adalah orang yang sama dengan pemilik Hotel Ambun Suri.  Kemudian berhenti buat sarapan pagi di restoran dekat tempat wisata Muko Muko.  Saya juga minta dibungkusin nasi, sayur dan sambal.  Berhenti ketiga di pertigaan Danau Maninjau.  Kami beli makanan khas Maninjau yaitu Palai Rinuak dan Pensi.  Kata orang, perjalanan ke Maninjau belom lengkap kalo belon makan Rinuak dan Pensi.  Berhenti lagi untuk membeli oleh2 kerupuk labu dan juga Keripik Sanjai.    Enak gak tuh bisa brenti2, serasa pake mobil sendiri. Sampai di hotel udah menjelang jam 12 siang.  Prioritas pertama mandi, karena tadi kami gak mandi pagi, hanya cuci muka.  Abis mandi kami menikmati Pensi (kerang kecil khas maninjau yang dimasak dengan irisan daun pandan), nasi bungkus ditemani rinuak.    Nikmek, kenyang, ngantuk.  Kami tiduran sambil nonton TV sampai akhirnya ketiduran 2 jam.  Lumayan jadi segar dan siap2 ke Kebun Binatang.

Kami jalan kaki ke Kebun binatang.  Itulah enaknya hotel Ambun Suri, letaknya strategis, ke mana2 bisa ditempuh dengan jalan kaki.   Anak anak senang becanda dengan binatang : ada rusa, burung2, gajah.   Kami juga foto2 di depan rumah gadang yang ada di dalam kebun binatang.  Anak2 juga  naik komedi putar yang doh penampakannya kuno sekali.  Pengalaman lain yang gak akan mereka alami sehari hari. Dari kebon binatang kami menikmati jus di kedai yang gak jauh dari kebun binatang.  Selanjutnya ke pasar atas untuk jajal nasi kapau Uni Lies yang katanya kesohor itu.  Sebenarnya kami mau ke Itiak Lado Mudo di jl Ngarai Binuang tapi waktu sudah gak memungkinkan.  Kami memilih ke nasi kapau Uni Lies di Pasar Atas saja karena abis itu kami akan belanja oleh oleh, besok sore kami akan kembali ke Jakarta.  Makanan di Uni Lies sudah tinggal sisa2 tapi tak apalah.  Mungkin karena sudah kenyang jus, hidangan yg katanya enak itu terasa biasa saja.  Kembali ke hotel dengan perut kenyang dan tangan penuh belanjaan oleh2.  Mandi, nidurin anak anak.  Ngepak barang kemudian tidur.

Bersambung ke sini

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , , , ,

6 Responses to Perjalanan Ke Danau Maninjau – Lubuk Basung

  1. Wisata Bukittinggi - Sumatera Barat on August 12, 2009 at 8:57 am

    [...] Bersambung lagi ke Malaikat Pelindung mengubah seluruh rencana.  Baca cerita selanjutnya wisata Danau Maninjau – Lubuk Basung [...]

  2. Nora on September 15, 2009 at 3:55 am

    Salute dengan jiwa petualangan ibu jempol …
    lubuk basung … aku sekolah dari sd kls 6 sampai tamat sma..
    ceritanya ngingetin zaman aku tinggal di sana ….(21 th yg lalu)
    tapi yang lebih bikin aku takjub si ibu jempol bisa ..jalan dengan anak anak yang masih kecil kecil dengan gaya backpackers (ck..ck…)

    aku pingin tapi bisa gak ya …padahal aku geologist yang udah biasa jalan keluar masuk hutan he..he…

  3. Ibujempol on September 16, 2009 at 8:27 pm

    Bu Nora,
    KIta bisa bila kita pikir bahwa kita bisa. Tetapkan hati bahwa kita bisa dan lakukan. Kita gak pernah tau kita bisa atau tidak sampai kita mencobanya.
    SEkali mencoba dan berhasil maka akan menumbuhkan kepercayaan diri utk mencoba lagi dan lagi akhirnya ketagihan :d

    Ini sekedar tips saya utk jalan2 dengan balita :

    * Relax, santai aja, jangan kuatir, semuanya akan berjalan dengan baik. Kalo anda berfikir positif maka semuanya akan OK2 aja. Kalo anda kuatir maka apa yg anda kuatirkan akan terjadi. Mantapkan diri bahwa Anda pasti bisa !
    * Sesuaikan dengan kondisi anak, anak capek kita tidur, anak seger kita tancap lagi.
    * Gak ada jadwal pasti, sesuaikan dengan kondisi anak
    * Jangan ragu untuk minta bantuan, banyak malaikat disekitar anda yg akan menolong. Kalo anda melihat sekitar sbg malaikat maka mrk akan menjadi malaikat, kalo anda curiga dan ketakutan, sekitar anda bisa menjadi setan yg menakutkan
    * Bawa mainan anak seminimal mungkin agar gak repot dengan buntelan. Di alam sekitar kita banyak mainan. Gunakan mainan yg alam sediakan.
    * Nikmati setiap detik liburan anda. Seneng maupun susah nikmati saja dengan ucapan syukur. Semuanya akan menjadi kenangan indah.

    PS : Makasih tuk pujiannya, dan seneng ketemu org Lubuk Basung secara online.

  4. tutut on October 17, 2009 at 8:41 am

    Senang sekali menemukan dan membaca tulisan tulisan ibu jempol. Begitu penuh warna dan menginspirasi. Semoga hari-hari ibu jempol ke depan selalu diliputi kebahagiaan sehingga dapat membaginya untuk kita semua..

  5. jeff on February 7, 2011 at 2:49 pm

    salut deh buat ibu jempol,,,kereeeeeeeeen abis,,,,saya dl tgl d padang 1 thn,,,ngajar,,,,bersama istri,,,,yup,,,tips yg ibu bagikan snagat baik,,,malaikat ada d sekitar kt,,,lht positif dlm sgala sesuatu…GBU

  6. lina subrata on June 28, 2011 at 11:07 am

    Sangat menginspirasiku. Kuliah tahun ke 2 pergi ma kakak ke tmp yg ibu ceritakan tp datar aja. Datang, makan, balik hotel gitu terus. Ga da interaksi ma pndkdk sy akui d butuhkan nyali & niat banget. Skrg musim liburan & sdh pnya 2 anak. Kadang aku pake kend umum kl suami ga bs ikut tp msh suka ngedumel. Skrg aku blj dr Ibu hwatever its condition just have fun with it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Artikel via Email

Isi E-mail, Klik Saya Mau:


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda