Tips Manajemen ASI Ekslusif Bagi Ibu Bekerja

Bagaimana memberikan ASI  Eksklusif bila kita adalah wanita karier yg harus kembali ke kantor setelah masa cuti melahirkan berakhir ?  Bagaimana manajemen ASI untuk wanita yang bekerja ?    

Berikut tips-tips praktis bagaimana memerah, menyimpan dan memberikan air susu ibu bagi bayi selama si Ibu bekerja

Air Susu Ibu

ASI is The Best !

Persiapan Dasar Sebelum Memerah Susu :

1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari

2. Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih dahulu. Breast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan

3. Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, toilet, dan lain-lain.

4. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air

5. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnya: susu, juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara.

6. Usahakan untuk relax, kalau bisa dengan kaki yg diangkat

7. Kompres payudara kira2 5-10 menit, atau mandi air hangat sambil memijat payudara membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar

8. Bila masih kesulitan bisa meminta oxytocin pada dokter.

Berapa Lama masa penyimpanan ASI setelah diperah

•   Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam.

•   Namun, jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam. 
Namun, perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya ruangan ber-AC, tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.

•   Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI ini bisa bertahan sampai delapan hari dalam suhu lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.

•   Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.

•   Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

•   ASI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai tiga bulan. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar. 
Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka

Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan

•   Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu

•   Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas atau kaca.

•   Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas).

•   Jangan pakai botol susu berwarna atau bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.

•   Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa atau diperas.

•   Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan dot. Karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara.

•   Jika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras ASI beberapa kali, bisa saja Asi itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius. – Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam.

Bagaimana cara memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi?

•   Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang bukan mendidih yang keluar dari keran

•   Atau merendam botol di dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas atau bukan mendidih

•   Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya, kecuali yang memang didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI

•   Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua.

•   Ingat susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!

Indikator / tanda ASI basi

Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Terkadang memang setelah disimpan atau didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa atau memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril dan tertutup rapat, dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, ASI akan terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

PS : Artikel ini saya temukan sewaktu lagi bongkar dan delete arsip2 lama.  Maaf saya gak tau lagi ini artikelnya sumbernya dari mana jadi gak bisa saya cantumkan

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , ,

16 Responses to Tips Manajemen ASI Ekslusif Bagi Ibu Bekerja

  1. Dwi Murwani on June 26, 2010 at 4:07 am

    mohon dikirim tentang penyimpanan Asi, sewaktu saya bekerja. Trimakasih

  2. Nyoman Aries Setiawati on August 31, 2010 at 3:47 am

    Informasi yang sangat berguna…Saya dan bayi saya terpaksa berpisah karena saya bekerja di lokasiyang jauhnya 2 jam perjalanan dari rumah.

  3. SARI on November 5, 2010 at 10:17 am

    adakah alat yang dapat digunakan untuk menyimpan asi yang dapat dibawah bepergian dengan suhu yang dapat diatur. kalo ada apa namanya dan dimana saya bisa mendapatkannya

  4. lia on December 20, 2010 at 8:43 am

    apakah asi yang dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer)setelah dikeluark dan dihangatkan tapi kemudian nggak diminum bisa dimasukkan ke dalam kulkas lagi?

  5. fitri on January 26, 2011 at 7:45 am

    Selamat siang, bisa saya minta artikel ttg manajemen Asi ini via email?? Tksh sblmnya.

  6. Nova indra on February 24, 2011 at 5:32 am

    Seandainya ASI perah tidak langsung di simpan di kulkas, tetapi ditempatkan disuhu kamar selama 2 jam lalu disimpan lagi di kulkas, berapa lama bisa bertahan yaa..Makasih..

  7. sofi on May 19, 2011 at 4:19 am

    boleh saya minta artikel ini via email, tq sebelumnya…

  8. Mutmainnah on July 12, 2011 at 3:08 am

    minta artikel ini via email yah, tq…

  9. hildayanti on July 18, 2011 at 5:13 am

    tq informasinya

  10. I n a on July 18, 2011 at 7:01 am

    Senang kembali ke sini Bu Jempol, setelah bulan lalu saya berkunjung membaca pengalaman Bu Jempol melahirkan secara normal.

  11. sisca on July 29, 2011 at 6:52 am

    Mohon dikrm artikel ttg ini y

  12. de on July 30, 2011 at 11:30 pm

    Thank u. Artikel yg berguna sekali.

  13. imelda on August 9, 2011 at 2:05 am

    Artikelnya bagus banget,simple untuk dipahami. Bunda, aku mau tanya dong..maklum gaptek asi nih.. Aku semalam mompa asi lupa taruh kulkas :( sedih banget, tιϑαk αϑα perubahan warna n rasa, kira2 7 jam apakah îτϋ termasuk basi ga sih bun ? Trus oxcitosyn tuh bisa diminta уα sm dokter ? Mohon infonya уα bun.. Butuh banget nih..terimakasih banyak.

  14. Nuka on August 9, 2011 at 2:14 pm

    Tq infonya.saya cm punya botol plastik nonbpa..
    Sy salah menyimpan asi.jd satu botol ukuran 120cc,sy masukan asip yg sy peras slm 1mg.hmm pelajaran bwt saya.thnx bgt yh infonya

  15. marlin sihombing on August 12, 2011 at 3:09 am

    thx infonya
    Kbetulan saya nyusuin puting saya sakit slalu
    iseng iseng saya coba perah sendiri pake tangan langsung masuk ke botol asi eh lumayan bnyak juga keluarnya ..yg saya mw tnya ap sama lamanya bertahan asinya makasih

  16. sari on August 19, 2011 at 9:09 am

    minta artikel ini donk..tlg kirimin ke email aq ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Artikel via Email

Isi E-mail, Klik Saya Mau:


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda