10 ‘Pembenaran’ Susu Formula ?

Di Blog seorang dokter, saya temui tulisan berikut. Sayang sekali Pak dokter ini tidak memilah tulisan yang layak tampil di blognya. Karena walau judul tulisannya 10 ‘Pembenaran’ Susu Formula (lihat kata pembenaran yg pake tanda kutip) tapi gimanapun tulisan ini bisa menyesatkan banyak ibu muda yang tidak kritis dalam memilih info sehingga akhirnya artikel tsb akan menjerumuskan mereka.

Berikut saya copy paste tulisan Pak dokter, sekaligus saya tanggapi (walo saya bukan dokter tapi saya adalah praktisi ASI yang memberikan ASI untuk 4 anak saya tanpa susu formula setetespun, dan saya sudah banyak dibekali dengan ilmu perASIan dari berbagai sumber ilmiah).  Kesadaran saya memberikan ASI bukan karena saya mau berhemat, bukan juga krn saya orag kampung, dan juga karena saya tidak mengecap pendidikan tinggi atau kurang berpendidikan.  Saya memberikan ASI karena hanya ASI lah yang terbaik utk bayi.  Kalo ada yg terbaik, gratis dan praktis, kenapa harus bayar untuk barang KW2  dan repot ? OK sekarang silakan simak diskusi kami :

Dokter : Bagaimanapun juga ada beberapa keadaan yang memaksa ibu untuk tidak memberikan ASI. Dan juga beberapa pembenaran yang biasanya disebutkan sebagai alasan tidak memberikan ASI kepada bayi. Susu formula bukan harus dihindari. Karena kelak pada usia diatas 6 bulan seorang anak tetap harus mendapatkan susu formula karena kebutuhannya tidak bisa lagi terpenuhi dengan hanya memberikan ASI.

Ibujempol : Wah, info yang sangat tidak tepat !
Selama tidak ada alasan medis shg si ibu tdk bisa menyusui maka seharusnya Susu Formula (Sufor) harus dihindari. Makanan bayi umur 0 – 6 bulan adalah ASI dan setelah 6 bulan tetap ASI + makanan pendamping ASI atau MPASI. Jadi tidak ada tempat utk Sufor !

Menyusui dimana saja, kapan saja

Menyusui dimana saja, kapan saja

*Dokter : Kepuasan yang lebih lama bagi bayi. Susu formula lebih sulit dicerna daripada ASI, dan endapan besar seperti karet yang dibentuknya akan tinggal lebih lama di lambung bayi, menimbulkan kenyang selama beberapa jam, dan memper­panjang waktu di antara waktu-waktu pemberian susu sampai tiga atau empat jam. Di sisi lain, karena ASI begitu mu­dah dan cepat dicerna, banyak bayi yang begitu sering disusui sehingga kadang-­kadang tampak seperti tidak pernah lepas dari payudara ibunya.

Ibujempol : Bayi tau berapa banyak makanan yg dibutuhkan, gak perlu takarpun OK aja. Endapan besar seperti karet ? Ngeri dong, endapan tsb membuat lambung bayi harus bekerja lebih keras dari seharusnya.

* Dokter : Mudah memantau jumlah yang diminum bayi. Anda dapat tahu berapa banyak susu yang diminum oleh bayi dari botolnya. Sedangkan pada pemberian ASI, payudara ibu tidak dapat mengukur jumlah susu yang diminum bayi, sehing­ga ibu yang belum berpengalaman seringkali khawatir bahwa bayinya tidak cukup minum.

Ibujempol : sdh dijelaskan di point sebelumnya, bayi gak perlu takaran

* Dokter : Lebih bebas. Pemberian susu melalui botol tidak mengikat para ibu. Ingin makan malam di luar dan nonton bersama suami anda? Atau bahkan pergi berlibur di akhir pekan? Nenek dengan senang hati akan mau menjaga bayi dan mengambil alih kehormatan untuk mem­beri minum susu. Anda ingin berumur tiga bulan? Tidak perlu anda menyapih bayi dan memeras air susu keluar. Cukup me­ngatakan pada baby sitter™ dimana letak botol dan bubuk susunya, dan anda bisa pergi.

Ibujempol : Lihat foto saya, saya bisa bebas kemana saja, dapat menyusui dimana saja kapan saja. Photo no 2 saya lagi hiking dgn bayi umur 6 bulan di Agay, dekat Cannes, Perancis Selatan. Lagian gak semua Ibu punya nenek or baby sitter yg bisa diandalkan. Dengan ASI kita bisa kemana aja cukup bawa badan. ASIpun bisa diperas / dipompa dan orang lain -kalo ada- bisa berikan ke bayi

* Dokter : Ayah dan Kakak bayi dapat lebih berperan serta. Ayah dan kakak bayi dapat turut menikmati kesenangan dalam memberi makan bayi, bila bayi diberi susu botol, yang tidak me­mungkinkan pada ibu menyusui.

Ibujempol : Bener nih ayah sama kakak mo bantu? Peranmu gak cuman ngasih susu botol, bisa juga ganti diapers, beberes rumah, jaga adek lain sehingga ibu cuman konsen ke menyusui. Itu baru namanya berperan !

* Dokter :Lebih sedikit tuntutan kepada ibu. Seorang ibu yang sangat lelah karena per­salinan yang sulit, mungkin akan senang bila ia tidak usah bangun di tengah maam, bahkan pada dinihari, untuk memberi susu pada bayinya. Ayah, nenek, perawat bayi – atau siapapun yang bersedia – dapat mengambil alih tugas tersebut sampai si ibu telah lebih kuat. Juga lebih sedikit beban fisik pada ibu, jika ia tidak harus mem­produksi susu.

Ibujempol : Justru dengan hanya konsen menyusui ibu bisa lebih cepet pulih, rahim lebih cepat mengecil dan ibu lebih rileks. Menyusui itu bikin rileks banget loh

* Dokter : Tidak mengganggu model baju. Seorang ibu yang memberi susu botol pada bayinya, dapat berpakaian sebagai­mana yang ia inginkan.

Ibujempol : Lihat foto saya deh, masih modis kan ? :d. Selama hamil dan menyusui selama 9 tahun saya tetap berpakaian semau saya, gak perlu pakaian khusus. Lagian kalo ibu malu, ibu bisa gunakan apron menyusui atau memilih baju menyusui yang sekarang sudah keren2 banget, bahkan ampe tersedia baju menyusui untuk ke pesta.

* Dokter : Lebih sedikit pembatasan dalam metoda keluarga berencana. Seorang ibu yang menyusui harus membatasi pilihan metoda KB dengan yang bukan hormon. Bila menggunakan susu formula metode KB bisa apa saja.


Ibujempol : No comment krn gak KB dan gak baca2 ilmu tentang KB.  Saya ber KB alami, dan dengan menyusui saya bisa menjaga kelahiran anak setiap 2 tahun.  KB ala pemerintah Indonesia : cukup 2 anak saja, kalo ala Ibujempol, cukup 2 anak laki2 dan 2 anak perempuan yg lahir setiap 2 tahun :-P

Dokter :Lebih sedikit tuntutan dan pem­batasan diet. Seorang ibu yang mem­berikan susu botol pada bayinya dapat berhenti makan untuk dua orang. Tidak seperti ibu yang menyusui, ia tidak perlu lagi mendapatkan tambahan protein, kalsium dan vitamin. Sete­lah 6 (enam) minggu pertama pascalahir ia dapat melakukan diet dengan ketat untuk menghilangkan kelebihan berat badannya karena hamil.

Ibujempol : Yeee dari tadi alasannya tuk kesenangan ibu mulu, serius gak punya anak. Kalo masih dengan alasan2 egois kek gini ke laut dulu deh, nyelem, nyegarin pikiran. Anak gak minta dilahirkan, kalo udah niat punya anak ya berikan yg terbaik, gak usah mikir body dulu. Aye nih tanpa diet aja udah berat normal kok berkat menyusui. Liat foto aye no 1, itu bayi umur 2 bulan, aye udah langsing khan, udah bisa jalan2 juga jauh ke Indonesia, kopdaran di Duck King Senayan City. Tetap bisa bebas kemana aja tapi ASI jalan terus khan ?  Selain itu  pemikiran bahwa ibu menyusui perlu makan utk 2 orang adalah gak benar.   Adalah salah kalo  kwantitas makanan menjadi 2 porsi karena kita makan tuk 2 orang. Yg terpenting adalah kwalitas makanan yg kita makan,  keseimbangan gizinya, porsi 1 orangpun cukup.

* Dokter :Tidak merasa tertekan bila memberi susu di depan umum. Sudah bisa dipastikan pasti ada sedikit kesulitan bagi ibu-ibu yang menyusui untuk memberikan ASI di tempat-tempat umum. Tidak demikian dengan bila menggunakan susu formula. Ibu yang menyusui dengan dot jarang diperhatikan orang.


Ibujempol : Lihat foto no 3, aye menyusui di depan umum tuh, gak ada yg perhatikan, itu lagi acara Ultah JalanSutra di Pondok Indah. Lagian saat ini di gedung fasilitas umum, mall, bandara, dll sudah ada fasilitas ruangan untuk ibu menyusui.

* Dokter: Tidak mengganggu kegiatan seks. Ehm .. Setelah 9 bulan bahkan mungkin kurang bila anda sangat khawatir dengan kondisi kehamilan, banyak ibu dan ayah yang menunggu saat-saat dimana mereka dapat kembali seperti keadaan sebelum hamil.


Ibujempol : Yeeee sapa bilang menggangu, Ibu Jempol dan Pak Jempol mah tancep terus tuh, liat aja buktinya punya anak 4, ya khan ? Ya iyalah, masak ya iya dong !

STOP PRESS

Kerja dari rumah, punya bisnis sendiri, mau?. Atau sekedar cari uang tambahan? Dapatkan rahasianya, belajar GRATIS selama 1 bulan secara online.  Klik kata ” Belajar Bisnis GRATIS” utk info lengkapnya

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , ,

75 Responses to 10 ‘Pembenaran’ Susu Formula ?

  1. dr. Any on November 14, 2008 at 9:44 pm

    saya seorang dokter dengan 2 balita, alhamdulillah berhasil memberikan asi eksklusif selama 6 bulan untuk kedua-duanya. saya setuju dengan anda,menyusui itu miracle. itu doktre siapa sih? kok mencoreng harga dirinya sendiri dengan bikin tulisan begitu. he he. memberikan asi jaman sekarang itu mudah. sudah ada freezer dan kulkas. kalau bayi ditinggal siapapun jug abisa ngasihin. walopun saya sendiri ga pernah ninggalin bayi saya ke mana-mana sih. sekarang juga banyak gedung2 yang memberikan fasilitas ruangan khusus untuk menyusui, jadi nggak “jualan gratis” payudara kita di mana-mana. memberikan ASI juga berarti kontrasepsi gratis dan sangat aman tanpa efeksamping
    2 jempol buat ibu jempol.

  2. Ibujempol on November 15, 2008 at 12:17 am

    dr Ani, terima kasih untuk komentarnya. Sangat melegakan !
    Moga2 ibu2 yang sedang mencari informasi, yg masih stengah hati ke ASI jadi semakin mantap untuk memilih ASI. Hidup ASI, air susu ibulah yang terbaik untuk bayi.

    salam sukses ASI.

    PS : nama dokternya gak usah dikasih tau deh ya,karena saat aku liat lagi blognya ternyata beliau sudah meminta maaf atas kekhilafan beliau menulis artikel tsb. Di message tsb beliau sudah menghimbau untuk memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan dengan ASI + MPASI sampai usia 2 tahun.

  3. Merry on November 29, 2008 at 12:41 am

    Saya nyusuin anak saya juga 6 bulan eksklusif, sampai 18 bulan. Berhenti setelah 18 bulan itu keputusan dari saya sendiri, saya tau lebih bagus kalau bisa lanjutkan ASI selama-lama mungkin, tapi saya memutuskan utk berhenti setelah 18 bulan. Anak saya tidak pernah mengenal susu formula, minum susu sapi pagi2 setelah 12 bulan, sebelom 12 bulan cuma mengenal ASI sebagai susu.

    Saya bingung lho terus terang, kok saya tidak ragu2 ya menyusui di tempat umum. Di mana aja saya menyusui, orang2 liat payudara saya juga saya gak peduli. Anak saya punya hak utk minum susu, saya gak peduli orang lain bilang apa, kadang2 ada yg sampe tertawa-tertawa krn saya nyusu di tempat umum (biasanya yg ketawa itu org yg kita kenal sendiri lho, bukan orang lain), saya cuekin aja. Banyak wanita yg telanjang di pantai, kok gak ada yg protes???

    Kalo udah punya bayi, hidup ibu secara lansung pasti berubah. Gak bisa seperti dulu lagi. Memang tetep bisa keluar, jalan2, ke rumah temen, ikut pesta, tapi kalo mau seneng2 dan enak2 tiap hari, ya jangan punya anak dong. Kalo baru ngelahirin aja anak langsung dikasih mertua, urusan minum susu yg atur baby sitter, ya itu mah berarti belum siap utk punya anak deh.

    Hidup ASI, hadiah dari Tuhan yg terindah, setelah bayi !

  4. dani on January 31, 2009 at 11:45 am

    dear ibu julia,
    saya lg tracking kisah lama itu..ketinggalan je :(
    saya pribadi blm pernah bertemu langsung dg beliau (penulisnya)
    tp saya pernah bbrp kali berkunjung dan berkomentar di blog2 beliau
    makasi utk penjelasan ASIX-nya :)

    hal2 spt ini yg pernah saya khawatirkan shg sempat posting utk melarang dokter ngeblog :)

  5. Ummu Yahya on May 1, 2009 at 7:27 am

    Bu jempol, saya mau sharing nih boleh ya, maksa nih.. Bayi saya laki-laki sekarang udah 10bulan. Sejak lahir saya kasih ASI dan stelah 6 bulan ASI + MPASI. umur 8 bulan BBnya 7,5kg, belum nimbang lagi. Kata orang rumah anak saya kurus, dan saya didesak untuk ngasih Sufor, biar anak saya gemuk dan montok. Tetangga saya (Perawat) jg ngompor-ngompori untuk ngasih sufor,katax kalo ga dikasih skarang, ntar ga mau dan susah minum susu. Temen sya yg bidan jg bilang stelah 6 bulan ASI udah ga mencukupi kbutuhan bayi jadi harus ditambah dgn MPASI dan sufor. Saya bingung apa Sufor emang perlu? ataukah berbahaya skalipun untuk anak diatas 1thn? bayi sya emang kadang malas makan. MPASI apa yg bagus untuk bayi saya? Apa buat standar bayi sehat = gemuk dan kurus = kurang sehat? sya dan suami kurus apa itu faktor penyebab bayi sya jg kurus? jujur saja sya dalam dilema diantara desakan keluarga dgn keinginan untuk mberikan yg tbaik buat bayi saya. Mohon pencerahan, terimakasih.

    • Ibujempol on June 6, 2009 at 8:58 am

      Aduh Ummu Yahya, maafffffff ini kok sy gak perhatikan ada pertanyaan ini ? Saya jawab ajaa ya walau pasti sdh gak berlaku utk Ummu krn sdh lewat, tp mungkin berguna utk Ibu yg lain.
      Memang banyak org di Indonesia yg standar anak sehat adalah ana yg montok, padahal sehat gak selalu montok dan montok belum tentu sehat.
      Selama anak kita lincah, aktif, gak sakit2an ya sehat, gak perlu kuatir. Anak bayi yg montok belum tentu sehat malah lebih berbahaya krn punya kecendrungan obesitas saat besar ataupun dewasa.

      Kalo saya gak akan nambah sufor 1 tetespun, itu saya lakukan utk ke 4 anak saya, mereka gak kenal sufor sama skali. ASI yg terbaik, dan ASI serta kandungan gizi ASI mencukupi kebutuhan gizi bayi disesuaikan dengan umurnya. Gak perlu nambah sufor

      • rita on November 24, 2010 at 8:28 am

        ibu jempol kok ibu sgt anti ama sufor? apa penyebabnya??? maaf aku cuma pgn tahu

        • Arif on January 19, 2011 at 4:59 am

          jika boleh mhn dikirim alamat dokter itu, apa benar dia dokter dan juga sesungguhnya jika tau di tugas di mana?

  6. Ghina on July 10, 2009 at 7:59 am

    to ibu jempol, itu tulisan dokter sapa ya? tulisannya ko buat kesenengan ibu mulu… sama sekali buakn pembenaran. pdhal jadi ibu menyusui itu momen yg indah bgt. ga perlu diet2 juga bakalan kurus walopun makan banyak. Saya ibu bayi umur 2 bulan. Saya selalu berusaha utk ngasih ASI ke anak saya. Sebelum kerja, saya bekelin si baby ASI di dot susu. skrg BB nya dah 6kilo.

    • nana on January 9, 2010 at 8:25 am

      hi mom Ghina…
      Bsa bgi cara.na tuk teruz ksih ASI walaupun kerja..
      Karena kurang Blan lgi sya kerja kembali,sedangkan anak saya tidak mau diberi sufor…padahal diawal kelahiran diberikan sufor karena waktu itu ASI saya blum kluar..
      Terima kasih ya mom atas sarannya…

  7. Andy on October 4, 2009 at 12:39 pm

    Wah.. Bu jempol mang pol..! Bu.. Sy suami yg jg punya anak yg tua umur 2 thn 2 bln, yg kcl umur 10 bln, pngn skali anakq mnm asi ekslusif tanpa sufor.. Tp pa blh buat, anak p’tamaq asi ibunya klr sngt sdkt mesti dah d bri mkn syrn, daging n kacng2n. Anak ke2 alhamdulillah bs tp cm smp 3 bln, b’hubung ibunya k’ja jd langsng d bnt sufor. Blh aq mnt saran?

    • Ibujempol on October 6, 2009 at 8:47 am

      Pak Andy, walaupun Ibu bekerja sebenarnya anak bisa tetap mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan dan diteruskan dgn ASI + MPASI sampai bayi berusia 2 tahun. Caranya si Ibu harus memerah ASI di kantor dan dibawa pulang, lakukan manajemen ASI, nyetok ASI, utk diberikan ke buah hati saat Ibu sedang bekerja.
      Coba pak Andy bergabung di milis ASIforbaby di yahoogroups. Untuk bergabung bisa ke sini aja : http://health.groups.yahoo.com/group/asiforbaby.
      Sukses ya, Pak.

      • rita on November 24, 2010 at 8:32 am

        bu jempol..kalo rumah ama kantor sgr jauh gimana caranya antar plg asi yg diperah??? ksh solusi ya tq

  8. adinda on October 28, 2009 at 5:48 pm

    Wah ibu jempol hebat!!saya makin semangat nyusuin si kecil..anak saya 14 bulan..lulus asiX, alhamdulillah..skrg masih asi tapi dia minum fresh milk juga..asi saya berkuraaangg bbgttt..ada saran mungkin supaya asi bisa berlimpah lagi?

  9. Ibujempol on October 29, 2009 at 7:04 pm

    Bu Adinda Te O Pe !
    Diteruskan Bu sampai 2 tahun. ASI yg terbaik !
    Agar produksi banyak lagi, ibu harus berfikir positif, hidup santai, jangan kuatir asi gak cukup, banyak minum dan makan sayuran dan makan bergizi, susui terus anaknya dan juga sering diperah saat gak bisa susui langsung (ingat ASI itu diproduksi sesuai demand, kalo diminum / diperah secara rutin maka produksi akan terus berlangsung)
    Sukses ya Bu

    • T4ng_lizh3n on July 5, 2011 at 2:28 pm

      Ibu jempol mau Nanya, gimana caranya agar baby mau minum ASI yang puting payudara nga nongol? Saya punya baby sejak umur 2 bulan nga mau ASI di payudara yg nga nongol putingnya.( hanya di payudara yg nongol yg selalu mau di minum) padahal saya uda berusaha mencobanya. Sampai skrg umur 3 Bln lebih. Kemudian sejak sebulan memang uda dibantu sufor. Habisnya puting luka pas baby masih belajar menyusui. Dan ASI kurang banyak. Kemudian sekarang agak malas minum sufor. Sebaiknya bagaimana? Dan sebenarnya bagaimana mengetahui ASI yang diminum baby itu uda habis atau masih ada? Soalnya baby saya suka isap sampai ketiduran. Kadang bisa lama amat. Biasa habis ASI baby saya nangis mau lagi. Begitu dikasi ASI lagi dia nga mau, malah nangis. Jadinya saya buatkan sufor. Ada saran dari ibu jempol? Terima kasih

  10. ummu Rufaidah on December 8, 2009 at 5:28 pm

    ikut sharing bu,saya 29th sudah 4thn menikah, alhamdulillah sekarang sdah dikaruniai 4 orang putera. ketika anak pertama lahir dan berusia 4bln saya mulai hamil lagi, tapi ASI eksklusif tetap saya berikan sampai 6bln,ktika kandungan mencapai usia 5bln berat sekali rasanya menyusui,muka jadi pucat,gemetar, berkunang kunang dan ingin pingsan rasanya,akhirnya tiada pilihan lain, saya beri bayi saya MPASI n sufor.Hal ini berulang setiap tahunnya, karena setiap tahun saya mengalami hamil dan menyusui.. Ingin rasanya memberi yang terbaik untuk anak anak, tp memang tidak ada kesempatan.semoga ini jg merupakan yg terbaik bagi anak anak saya….

  11. etyabdul on January 2, 2010 at 10:40 am

    Ibu jempol memang pol wis…memang byk tenaga medis yg gak mendukung asi,dr pengalaman saya pengetahuan mereka gak up to date kalah sama saya yg bkn tenaga medis.Alhamdulilah anak pertama lulus asi 2 th,skg anak kedua 1 th dan msh asi,walau anak sy dak segemuk anak kwn2 sy yg minum sufor,tp sy bangga mereka sehat dan cerdas.anak kedua dah bs mkn sdr pake sndk.ijin link ke blog ibu ya,sy br mulai nulis blog nih ttg asi jg.senang bs kenal ibu yg seide.sy hidup dilingk.yg dak mendukung asi.makasih

  12. Rara's Mom on January 7, 2010 at 6:44 am

    waah, saya ngga setuju banget sama artikel si dokter (walaupun meragukan bener gak sih dia dokter beneran :p) udah banyak kok yang membuktikan kehebatan ASI. Dan banyak sekali produsen2 yg udah mengeluarkan produk yang mendukung ibu untuk menyusui bayinya. Berarti sbenernya, sekarang jamannya sadar ASI kan?? Tetap berjuang Moms, saya juga sedang berjuang ngasi ASI eksklusif ke baby saya yang umurnya masih 2bulan 4hari ^^

    Semangat ASI!

  13. Bunda Adhya on January 9, 2010 at 3:35 am

    Ga heran,krn emang byk org medis;dokter,bidan,perawat,yg kerjasama dg sales sufor.Jd g mikir mcm2,yg ptg UNTUNG GEDE! Ngaku Hayo! Hehe.. So,qt yg tau tntg ASI hrs byk2 ksh masukan k tmen2,g ush tnggu2 rekomen DSA or bidan nya.Yakin dn percya aja,ciptaan Allah tu g akan ada yg nandingi.. Dan 1 lg, ASI adalah IMUNISASI bg Bayi.So, anakku g di vaksin ato imunisasi. Cukup ASI tok!!! SETUJU kan?! Hayo yg penasaran,cr artikel dlu tntg Imunisasi.Hati2 AUTIS lho.. Okey,saling menyemangati ya bu Sui! :)

  14. ummi al-barra on January 18, 2010 at 5:09 am

    setuju dg ibu jempol…emg y paling baik buat bayi kn ASI.Tuhan kn pasti memberikan y terbaik buat umat-Nya.slama msh bs diusahakan utk ASI ekslusif knp tidak???? alhamdulillah saya bs memberikan asi selama smp anak saya 6 bulan.dan smp skrg saya msh berlanjut memberikan ASI untuk anak saya.krn dia lbh senang menyusu ASI daripada susu formula.malahan dg ASI BB saya tetep normal dan lebih irit pengeluaran krn tdk hrs membeli susu formula y mahal…

  15. sena on March 11, 2010 at 7:48 am

    hi bu jempol…
    ASI saya sedikit, tidak muncrat,bahkan stlh 4 jam tdk disusui jg cuma netes dikit aja.tgl 20 feb,berat badan bayi saya cuma 3.9kg (lahir 2.75kg,tgl 16 des),kata DSA BBnya kurang, DSAku mmg mndukung asix, tp mlihat BB anakku dan kcnderungan rewelnya dgn tpaksa dibantu sufor.
    seminggu yg lalu akhirnya dg berat hati saya nambahin sufor, sbg tambahan asi, yg hny saya berikan ketika anak saya rewel.saya msh berharap saya bs asix sampe skrg (mksd saya brhenti mberikan sufor).tlg pnjelasannya.
    note:saya sdh aware skali akan asix, byk mbaca ttg manajemen laktasi, konsultasi via telpon dg klinik laktasi
    anak saya suka ngamuk saat mimik ASI (saat ASI nya berkurang)
    anak saya tiap sebentar pgn mimik, bahkan smpe umurnya 2.5bln, tiap melek dia pgn mimik, pdhal dia jarang skali tidur (trmasuk yg susah tdr, kurang dr 10 jam perhari).
    terima kasih sblmnya.

  16. Fiela on March 27, 2010 at 7:15 pm

    Wah ibu jempol satu ini emang T.O.P bgt. Aq sendiri punya anak 2th 7bln ampe skarang msh asi. Tp pas umur 2th minumnya cuma pas mau bobo aja klo lg maen2 ksh susu UHT coz rencananya mau nyapih tp gak bs. Hehehe. Bingung mau nyapih pake cara apa. Jd sampe skarang kemana2 ya bw cessa. Fine2 aja tuh susuin cessa dimana2. Cessa jg termasuk anak yg susah mkn tp bkn karna asi melainkan aq salah ksh pengenalan mpasinya. Seharusnya dikenalin sayur2an n gak pake bumbu apa2 ampe umur 1th tp aq gak. Taunya uda telat. Hiks… Tp berkat asi cessa tetep sehat, lincah n pinter. Trus skarang uda mulai mkn byk (uda mulai ngerti namanya lapar kali ya…). Aq jg sempet dilema pas cessa BBnya gak naek2, org2 di sekitarq nyuruh aq ksh sufor untungnya ada mbah google yg bs setiap saat aq tanyain n gak lupa dukungan suami yg gak ada abisnya untuk asi 2th.

  17. Jesi on April 8, 2010 at 6:14 am

    HIDUP ASI …!!!
    babyboy saya 10 bulan dari lahir sama sekali gak mau sufor apalagi dot, dia gak bisa isap dot malahan di gigit, dicoba berbagai macam merk sufor pun gak ada yang cocok langsung pup…
    buat ibu2 bapa2 anaknya mening asi saja, lebih hemad tiap bulan gak harus beli susu kaleng yang harganya sekarang muaaahhhaallll bener…. Mening uang nya buat makan yang enak biar asi nya tambah banyak hahaha….
    Kalo mau kemana2 gak repot tinggal bawa badan…hahahah
    Gak harus bawa2 tas isinya perlengkapan botol susu termos weeww…
    kalo malem gak harus bangun bikin susu…repoootttt…
    saya gak kasih batasan anak saya buat asi, kapan ajah tiap detik menit jam saya sodorin terus…
    Alhasil anak saya gak gampang sakit, tumbuh gigi aja gak demam yang paaarraaahh…
    Lincah, aktif, waaahhhhh super deh dikira orang da staun karena licah terlalu…hahahaha…..
    Oh iya asi keluar sedikit??? Mang bisa gitu??? Stauu saya kalo mamanya makan makanan yang bener, banyak minum, asinya banjir loh….Yah udah dulu yha ibu2…Daahh

  18. dr winda on April 16, 2010 at 11:52 am

    saya jg seorang dokter dg bayi 1.5bln..kuat skali menyusu..namun anehnya beratnya spt tdk pnh brtambah dr lahirnya yg 3.7kg..kwalitas mkanan sy td perlu diragukan lg dan asi sy pun byk..yg sy bca adalah wajar bila pup 7hari 1x krn mmg sdkt skali zat dr ASI yg dibuang.mertua sy pun menyuruh sy memberi sufor krn cucunya kurus.sy iyakan tp tdk sy lakukan.mlh brusan sy dpt info bhwa KMS dan grafik2 lain dibuat berdasarkan bayi yg diberi susu formula dan mendapatkan makanan tambahan sejak 4bln.lega skali rasanya.krn biarpun kurus,bayi sy sgt aktif.sy juga suka menyusuinya krn mas mikha adalah mahluk Tuhan yg sgt indah…ayo smgt ibu2 memberi ASI

  19. Nina on May 11, 2010 at 3:15 am

    Aku salah satu ibu yang memberikan ASI hingga 2 tahun, Alhamdulillah Balitaku sehat meskipun beratnya agak kurang dari normalnya tapi dia lincah dan aktif, kalo aku liat dibanding temen2 seusianya yang minum Sufor, Anakku Insya Allah kelihatan lebih cerdas (satu sample; anakku saat usia 1,8 thn bisa mengerjakan Puzle 15 pice, temen2nya tidak), juga tidak gampang kena penyakit. Setelah 2 tahun ASI ku tidak keluar lagi. Mohon infonya pada ibu-ibu yang ada di forum ini. Susu apa yang terbaik untuk diberikan setelah 2 tahun. Saat ini balitaku tidak nafsu makan, dan sementara ini juga aku beri Pediasure agar berat badannya normal. Aku minta info untuk mengganti pediasure. Apa bener susu UHT lebih baik dari Sufor untuk anak di atas 2 tahun?
    Karena Ortu2 di Eropa dan Amerika lebih memilih Susu UHT dari pada Sufor untuk anak2 mereka diatas 2 tahun. mohon infonya. terima kasih

  20. vere on May 15, 2010 at 7:46 am

    salam kenal ibu jempol,saya sangat suka sekali artikel anda.tentunya memberikan informas yang menarik seputar ASI,saya mau share dengan ibu jempol.saya punya dilema bu,anak saya tgl 26 agustus 2010 akan berusia 6 bulan tentunya akan makan makanan tambahan.akan tetapi saya harus kerja diluar negeri dan tidak memungkinkan untuk saya membawa bayi.padahal usia 6bulan keatas harus di bantu dengan ASI,jadi apa yang harus saya lakukan bu?padahal saya harus mencari nafkah untuk putra saya satu-satunya.saya berpisah dengan putra saya selama 2 tahun.dan saya merasa sedih tidak bisa menemani dan melihat tumbuh kembangnya.tolong berikan saya solusi bu,thanks a lot.

  21. firami on May 29, 2010 at 1:46 pm

    dua jempol buat ibu jempol… :-)
    saya ibu dua anak, yg pertama 3th 3bln, saya kasih asi sampe umur 2 th pas dan sekarang lagi berjuang ngasih asi buat adeknya yg baru 40 hari, dengan keyakinan penuh bisa ngasih asi sampe 2 th.
    Tuhan sudah memberikan anugrah buat para ibu2 berupa asi, kenapa harus pake sufor yg buatan manusia. bagaimanapun juga buatan Tuhan yg paling bagus, ga ada yg ngalahin.
    selamat berjuang ibu2, berikan yg terbaik buat anak2 kita…

  22. Dhina_Jogja on May 30, 2010 at 10:45 pm

    Sy jg bertemu dng dokter yg demikian 6 bulan lalu. Sedih bgtz, dia menyarankan bgt krn tubuh anak sy kecil dan BB nya gk nambah2. Sy sempet kasi dot and sufor tp anak sy gk mau. Akhirnya sy gk beri lg dan tetap asi…hny ada cr lain supaya anak tumbuh dng baik yaitu dengan optimalisasi gizi…karena anak sy aktif dan sehat, sy gk kawatir klo badannya lebih kecil dr bayi lain (yg minum sufor)…toh masih normal.

  23. mama shafa on June 2, 2010 at 6:34 am

    ibu jmpol TOP BGT!
    Saya jg lg b’juang utk asi ekslusif bg bayi sy yg br 2bln 8hr.

  24. Bunda Zaskia on June 8, 2010 at 5:11 am

    Alhamdulillah saya berhasil memberikan bayi saya ASI Ekslusif sampai 6 bulan walaupun saya harus tetap bekerja. Saat ini Zaskia sudah memasuki 8 bulan sama sekali tidak menyukai SUFOR hanya ASI, Tapi sedih dech karena dia juga tidak suka MPASI baik yang saya buat sendiri maupun Bubur Instan yang di beli, padahal udah berbagai rasa di coba, Hanya mau ASI…Gimana ya…ada saran gak, saya takut nanti mengganggu pertumbuhan Zaskia…saat ini berat anak saya 7,3 kg…

  25. jaka rizkha on June 9, 2010 at 10:24 am

    ASI eksklusif sangat banyak manfaatnya dibanding sufor… setelah terjadi persalinan, si bayi harus diletakkan di perut dengan posisi kepala diantara payudara (inisiasi menyusui dini)… amat sangat pentingnya ASI bagi bayi kita…

    namun ada beberapa indikasi tertentu yang memungkinkan si ibu tidak dapat memberikan asi-nya kepada bayinya… (jangan lupakan indikasi2 ini walaupun insidensinya sedikit) ^^

    lam kenal… jaka_rizkha

  26. mama rayya dan rassya on June 17, 2010 at 4:50 am

    setiap ibu pasti ingin memberikan asi buat bayi tercintanya. Tapi apa daya kdng tjd hal2 yg tidak bisa diperkirakan. Waktu anak pertama asi sy kluar di hari ke2, eh pas anak kedua baru kluar di hari ke3, pdhl jauh2 hari sblm kelahiran sy dah persiapkan smuanya agar bisa kasih asi. akhirnya asi pun baru kluar stlh dibantu dipijet sama tkng pijet, itupun tidak byk asinya kluar (pdhal dah mkn sayur, dll). Krn itu anak2 sy smuanya kdluan sufor. Apalg sy bekerja di lapangan (srng ke lokasi tambang) yg gak ada kulkas dong…dan jauh dr rmh. Stok asi jg gak bsa, krn asinya cma sdkt walopun diperas hbs2an. jd bu jempol, kdng2 ada situasi ato hal2 diluar keinginan ibu2 shg tidak bisa memberikan asi eksklusif terutama utk ibu2 yg jg bekerja membantu mencari nafkah utk keluarga. Tapi ttp salut buat bu jempol…

  27. mama althaf on June 19, 2010 at 6:22 pm

    saat saya hamil saya berkeinginan nanti klo althaf lahir akan saya inisiasi dini dan asi ekslusif.tapi ternyata saat kehamilan 7.5 bln,althaf lahir prematur dan langsung masuk inkubator slama 20 hari pupus sudah keinginan saya untuk inisiasi dini.ditambah lagi selama di inkubator,pihak RS melarang saya untuk menyusui langsung pada althaf,sedih rasanya tiap hari memompa asi untuk althaf shg asi yg keluar hanya sedikit 20 ml.jadi untuk memenuhi kebutuhan minumnya ditambah sufor.saat keluar RS,althaf masih minum sufor dan menolak menyusu langsung pada saya hanya mau asi botol. alhamdulillah sampai umur 3 bulan baru althaf mau menyusu lgsg pada saya dan sedikit sedikit saya kurangi minum sufor’nya.malah sampai sekarang althaf 8 bulan sudah tidak mau minum sufor lg,hanya asi dan mpasi.tapi yang bikin saya bingung kenapa BB althaf susah naik semenjak minum asi aja,(walopun si althaf tergolong bayi yang sangat aktif sekali)bahkan BB nya tergolong sangat kurus.umur 8 bulan BB nya hanya 5.8kg…dokter menyarankan agar althaf dlatih minum sufor.tp tetap althaf tidak mau minum sufor.saya jadi bingung.disatu sisi saya ingin memberikan hanya asi pada althaf karena sadar begitu besar manfaat asi disatu sisi lg orang orang disekitar saya menyarankan agar althaf diberi sufor agar cepat gemuk.tapi setelah membaca tulisan “10 pembenaran susu formula” saya jd lebih semangat untuk terus memberikab asi pada althaf kecilku dan tidak berkeinginan untuk memberikan sufor lg……mkasih…

  28. sitinuraisyah on June 24, 2010 at 4:55 am

    info top.sy sbnry jg pingin mberi asi tp anak sy lahir prenatur bb 1.4 kg dn asi blm keluar.dgn terpaksa dn bidanpun Menyarankan untk meberi sufor prenan.dn skrg umur 2bln dgn bb 3.7kg.sy tnykan kpn saat yg tpt tdk diberi sufor lgi..

  29. icha on June 24, 2010 at 6:10 am

    waaw , kereen infonyaa !!
    saya jg alhamdulillah selama ini blom pernah ngasi sufor untuk anak saya , skrg dia uda 5bulan , beratnya 8kg .. tp dia ga gendut , cuma montok dan berisi ..
    nah , saya ada pertanyaan ya bu ..
    asi itu selalu bagus ga walaupun kita makan segala macam makanan ?? kan ktanya ada yg blng klo lg nyusuin tuh banyak pantangan makanannya ,, benar ga ya bu ?
    thx :)

  30. donna on July 12, 2010 at 6:30 am

    Ibu jempol, saya salut sekali dengan ibu2 yang MAMPU memberikan asi hingga 2 tahun. Namun bu, perlu ibu pertimbangkan juga kondisi dan keadaan setiap ibu itu berbeda. Sengotot2nya saya memberikan asix untuk anak saya, asi saya tidak pernah cukup untuk dia. Bagaimana saya bisa tau kalau tidak cukup? Karena walaupun saya menyusui anak saya dimanapun dan kapanpun (pernah 2 jam nonstop dia nempel di saya dan bukan sekedar ngempeng), BB-nya terjun bebas dari 3,2 menjadi 2,8 dalam waktu 4 hari. Dikhawatirkan akan terus turun apabila saya tidak memberi cukup minum kepadanya. Anak saya sering setelah menyusu berjam2 masih kehausan hingga menangis tidak berhenti2.

    Hati ibu siapa yang tidak sedih, karena terpaksa memberikan susu tambahan demi dia tumbuh sehat (bukan gemuk, sy tidak perduli anak gemuk/kurus, yg penting sehat). Maka dari itu, sungguh saya ‘iri’ dan memuji untuk keberuntungan ibu2 yang asi-nya lancar.

    Mohon jangan judge kami, ibu2 yg memberikan susu tambahan karena kondisi khusus. Bukan kami yg meminta asi sedikit/nafsu minum anak banyak/puting tidak keluar. Semoga ibu dirakhmati Allah karena menjalankan sunnah asi 2 tahun. Aminn..

    • rita on November 24, 2010 at 8:44 am

      setujuuu bangeeetttttt…..

  31. Jo on August 2, 2010 at 9:41 am

    Salut deh ya, ada yg tulis2 soal ini di website yang dapat di akses public dengan mudah.
    Memang ASI is the best. Berkat ASI anak2 saya sehat, aktif, ceria, dan saat anak saya 6 bulan saya juga sudah kembali ke BB 48kg dari 63 kg saat hamil. Sekarang ini malah sudah 46 kg….
    Memang betul, tidak ada alasan apapun yg bisa membenarkan tidak memberikan ASI bagi buah hati tercinta. Saya melahirkan normal, saat ini KB dengan spiral Nova T, tidak mengganggu ASI sama sekali. Di usia anak saya 8,5 bulan setiap harinya saya masih bawa ASI perah tiap pulang kantor 400-500ml. Urusan seks dengan suami juga lancer jaya sama seperti kami belum punya anak.
    Saya working mom, tap kesenangan pribadi saya juga sama sekali tidak terganggu. Saya bisa pergi keluar dengan suami dan teman2 kapan saja, pergi ke spa, jalan2 dengan anak-anak. Anak-anak saya pun sangat lengket dengan kami, orang tuanya, karena setiap kami pulang kerja, anak2 ngintil terus kemana kami pergi.
    Mungkin saya juga bisa share sedikit masalah2 yg di alami ibu2 menyusui :

    1. ASI baru keluar di hari kedua, ketiga
    Sama. Saya juga. Malah baru keluar di hari ketiga. Tapi jangan panik ibu2.. Mengapa ? Karena bayi masih menyimpan persediaan makanan yang di bawanya dari kandungan sehingga dapat bertahan selama 2×24 jam. Saya dulu juga menunggu hingga ASI kluar dan selama itu bayi saya tidak di beri apa-apa. ASI saya baru keluar di hari ketiga setelah melahirkan. Massage payudara dapat memperlancar keluarnya ASI.Yg penting ibunya tenang dan relaks, sehingga merangsang oksitosin untu pengeluaran ASI.

    2. ASI saya sedikit
    Wah, tahu darimana bu, kalau ASI-nya sedikit, dan tahukah Ibu mengapa di hari-hari pertama produksi ASI masih sedikit adalah karena menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi yang juga masih sangat kecil, hanya sebesar kemiri, yang bebutuhannya setiap kali mimic gak lebih dari 1 sendok teh aja.. Kan gak tega dong, kalo lambungnya yang sebesar kemiri itu di paksakan masuk sufor 80ml ? Kalo si baby sering mimik itu adalah karena ASI sangat mudah di cerna, sehingga lambung mungil itu segera kosong & baby lapar lagi. Slowly but sure, seiring dengan pertumbuhan si bayi, maka kapasitas lambung ini akan semakin besar, dan produksi ASI bertambah dengan sendirinya. Solusi untuk hal ini Cuma 1 : menyusuilah secara langsung sesering mungkin, jangan pompa ASI, apalagi memberikan susu formula, karena hisapan mulut bayi adalah stimulasi terbaik bagi produksi dan pengeluaran ASI. Jangan juga membandingkan dengan jumlah ASI yang di peroleh ibu2 lain, apalagi kalau usia bayinya berbeda dengan bayinya di bawah sebulan. Kebutuhan newborn jelas beda dengan baby 4 bulan, misalnya, itulah sebabnya ASI yang di hasilkan juga beda jumlahnya

    3. BB bayi turun terus
    Turunnya berat badan bayi ASIX hingga 15% dari BB lahir dalam 2 minggu pertama adalah hal yang sangat lumrah. Untuk bayi ASIX baru akan kembali ke berat badan lahir setelah 2 minggu, dan pengeluaran mekonium juga tidak akan secepat bayi yang minum susu formula. Pengalaman saya, dulu putri pertama saya Alicia lahir dengan berat badan 3,445 dan pada hari kelima BB-nya tinggal 3,1 kg! Belajarlah menyusui dengan perlekatan yang benar agar bayi dapat memperoleh ASI secara maksimal, dan timbanglah berkala berat badan bayi hanya menggunakan timbangan yang sama. Biasanya ibu2 berpatokan pada BB bayi saat lahir yang tentu saja di lakukan penimbangan di rumah sakit..dan besok2nya saat di timbang di rumah atau DSA BB-nya kelihatan turun banyak, hati2, make sure penimbangannya akurat, bukan saja pada timbangan yg sama, tapi juga saat di timbang bayi dalam keadaan telanjang tanpa pakaian & diaper karena untuk newborn baby each gram count, termasuk berat diaper.

    4. Baby-nya selalu menangis, menjerit, mengamuk, nampaknya tidak kenyang, sementara setelah di berikan sufor langsung tenang & tidur
    Please evaluasi posisi menyusui dan cara perlekatan yang benar. Menyusui seharusnya adalah kegiatan yang menyenangkan untuk ibu & bayi, jika ada salah satu pihak tidak happy, maka perlu evaluasi lebih lanjut.
    Dengan posisi menyusu yang benar, bayi dapat memperoleh ASI secara maksimal, sementara jika posisinya salah, ASI tidak keluar maksimal, puting susu ibu lecet, dan jelas saja bayi tidak nyaman sehingga mengamuk, dan di lain pihak saat memberikan susu dengan botol dot cairan susu mengalir lancer tanpa perlu si bayi melakukan usaha ekstra. Inilah sebabnya bayinya ngamuk.
    Posisi menyusui yang benar adalah dada bayi menempel sejajar pada dada ibu, hidung bayi tidak boleh sampai tertutup payudara, sehingga ibu tidak perlu repot menahan payudara agar tidak menutup hidung bayi. Caranya adalah dengan memastikan dagu bayi menempel pada payudara, dan posisi kepala bayi bukan di lipatan lengan bagian dalam, melainkan lebih kea rah pergelangan tangan ibu. Banyak2lah menyusui dan berinteraksi dengan si bayi sehingga tercipta adaptasi ibu-bayi dan kerjasama yang baik saat menyusui. Practice makes perfect !

    Jika masih menemukan alasan untuk tidak dapat menyusui secara eksklusif, maka itu artinya Ibu perlu bantuan. Jika ibu memang betul2 ingin memberikan hanya yang terbaik untuk buah hati tercinta, BERUSAHAlah dan cari bantuan di tempat yang benar, bukan di kaleng susu formula. Hubungi Klinik laktasi/konselor laktasi terdekat, dan patuhilah tanpa kecuali semua petunjuk yang di berikan klinik laktasi tersebut.
    Berikut beberapa klinik laktasi yang dapat di hubungi :
    - Klinik Laktasi Carolus tel :3904441
    - Jakarta Breastfeeding Center – Wisma Bayuadji Lt. 2, Barito, Jak-Sel : Telp 7248862/91305744
    - Dr. Utami Roesli – The Jakarta Women & Children Hospital Telp :72799911
    - Sentra Laktasi Indonesia, Tebet – Telp : 91264737

    Untuk Peer group support, bisa join di milis ASIFORBABY atau milis SEHAT. Member milis akan dengan senang hati membantu.

  32. ririn on August 9, 2010 at 8:12 pm

    setujuhhhhhhhhhh bgt ASI is the best. Saya ibu dr anak 12m yg telah lulus asix. Yg membuat ASI saya dr yg awalnya hanya tetesan saja, diperah 3 jam hasilnya hanya 20ml adalah 1 hal: yakin dan percaya kalau Tuhan menciptakan stiap wanita utk bisa memberi makan (asi) pada bayinya.

    tapi skarang kadang bingung gimana menyapihnya dr “nenen” ibunya? soalnya itu sangat membuat anak “ketagihan”. Sering bgt baca2 ttg menyapih dengan cinta, dll. Tapi bagaimana dengan nasib yg tidak berhasil menyapih? Ini yg terkadang membuat saya ragu memberikan asi sampai lebih dari 6m utk anak ke 2. Takut seperti skarang, anak tidak mau minum susu slain dr “nenen” ibunya. (smoga pikiran saya salah).

  33. lancarasi on August 25, 2010 at 7:50 am

    Pada umumnya wanita karir yang bekerja sering mengalami stress, sehingga mengakibatkan ASI tiba-tiba terhenti sehingga payudara menjadi sakit dan kencang karena tidak dapat mengeluarkan ASI. Istilah macet ASI dalam dunia kedokteran disebut Mastitis. Faktor lain penyebab ASI macet adalah kelalaian memberikan ASI atau memeras susu secara teratur dan berkala, sehingga ASI menjadi macet.

    Untuk mengatasi ASI yang sudah macet tersebut, para ibu patut mencoba sebuah terapi sederhana dengan cara pelancaran darah di jari tangan dan pundak menggunakan Pulpen Jentik dan Sticker. Inilah adalah solusi yang efektif dan cepat untuk ASI yang macet atau terhenti, apalagi bila anda sudah stress dengan cara-cara tradisional seperti pijat/massage, dan tidak ingin mengkonsumsi jamu ataupun obat kimia.

    dr. (TCM) Budi Sugiarto Widjaja, CMD telah mengemas informasi tersebut dan dapat anda lihat secara lengkap di lancarasi.com

  34. Devi on September 24, 2010 at 10:30 am

    Thanks IBU JEMPOL
    makin meneguhkan saya untuk tetap memberikan ASI pada anak saya

  35. Sanaya on October 2, 2010 at 2:06 pm

    SAYA AMAT SANGAT SETUJU DENGAN IBU JEMPOL…ORANG INDONESIA KETINGGALAN JAMAN DENGAN MAU DIBODOHI DENGAN PRODUSEN SUSU FORMULA.KL MAU KASIH SUSU YA SETELAH 2 TAHUN ANAK DISAPIH…SAYA PUNYA PENGALAMAN BODOH…KRN NYA ANAK SAYA SEDARI 5 BULAN SUDAH MINUM SUFOR…SAYA SALAH DAN SAYA TIDAK MAU MENGULANGINYA LAGI UNTUK ANAK KE-DUA TIGA DAN EMPAT…SANGAT REPOT SEKALI DAN BANYAK SEKALI KELUAR BIAYA UNTUK BELI SUSU,BELI BOTOL,ALAT STERIL,TERMOS,TAS BERISI BOTOL SUSU,TERMOS,DLL…SUNGGUH BODOH SEKALI DAN SESAT…

  36. hesty on November 10, 2010 at 8:40 am

    dear ibu jempol…
    postingan dokter yg aneh sepertinya ya..
    Sampe hari ini, usia anak saya 19 bulan 23 hari, anak saya tetap saya kasih asi tanpa campuran sufor sama sekali. Alhamdulillah saya ibu bekerja dengan niat baik memebrikan asi selama 2 tahun untuk anak saya (doakan saya berhasil ya…)
    Setiap hari saya pompa asi di kantor sampai 4x. Kalo di rumah atau jalan2 kemanapun asi saya berikan langsung pada anak saya. Tidak ada hambatan untuk saya jalan2 ke mall, atau tempat2 umum lainnya,karena sekarang fasilitas ibu menyusui sudah tersedia.
    Semangat terus untuk memberikan asi tanpa campuran sufor ya…. ;)

  37. bunda syauqie on November 18, 2010 at 5:51 am

    salam kenal bu jempol…ibu emang T.O.P B.G.T dah… (**,)
    saya setuju buanget dgn ASI ntu…tapi saya pingin tanya nih bu…hehehe agak laen, gmn cara na biar payudara kenceng lagi setelah ga ASI ?

  38. nadia Laksbiantoro on November 23, 2010 at 8:41 am

    waahh…ni ibu jempol bageetts…makasih yaa…ampir aja give up mo ngasih sufor ke anak setelah 4 bulan asi esklusif. O iya bu jempol saya ngerasain banget loh gimana rahim n perut cepat sekali mengecil gara-gara ngasih asi (sedot lemak gratis) and untuk Kb saya ikut Kb suntik (hormonal) so far soo good aja tuh :) .

  39. mbahpaino on December 4, 2010 at 4:56 pm

    artikel yang menarik sekali….buat saya, susu formula hanya sebagai pelengkap saja dan tuhan telah memberikan segalanya melalui ASI

  40. uminya musa, abbad & abbas on December 30, 2010 at 7:49 pm

    mo tau donk blog dokter tsb, kayak bkn dokter aja sih, nulisnya begitu, ngaco bgt deh! alhamdulillah saya br punya twin baby boys, lahir 1 desember 2010 kemarin, dan sampai detik ini masih asi tok, alias asix! dan saya sangat semangat & yakin, insyaAllah, bs memenuhi kebutuhan asi my twin smp mereka 2thn nnt insyaAllah.. malah enak pny baby twin, menyusui mereka berdua membuat asi cepat abis & tdk terbuang.. jd produksi asi insyaAllah lbh banyak dr 1 baby.. oh iya ibuk-ibuk.. kl menyusui smp payudaranya kempes yah, spy bayi dpt lemaknya… krn asi yg pertama kluar (bening) adalah foremilk yg banyak mengandung protein, dan hindmilk (putih pekat) yg banyak mengandung lemak. jd jgn sering gonta-ganti PD kl PDnya blom kempes..jd bayi nya kurang gemuk..okeh?! eniwey, saya sangat mendukung asi eksklusif 6bln dan smp 2thn tnp sufor!! hidup asi!!! hehe..

  41. wita on January 12, 2011 at 5:29 pm

    Bu jempol yg jempolan… Tq ya..
    Mo nangis baca tulisannya and baca coments yg ada..
    Kmrn sore saya ke Dsa krn anak saya panas.. Lalu dsa tsb menanyakan anak saya brp bln dan sudah diberi sufor atau blm?.. Saya menjawab anak saya 7bln dok and masi asi ekslusif smp skrg, hanya tambahan bubur buatan sendiri..
    Lalu setengah marah dokter itu menegur saya… “Harusnya anak ibu sudah mesti diberi sufor.. Karna asi ibu sudah tidak cukup lagi untuk perkembangan otak anak”…
    Heh?? Seperti tertiban monas ketika dokter mengatakan itu.. Masa sech asi ğªќ>:/ mampu mencukupi perkembangan otak anak???
    Lgsg saya googling and alhamdulillah dpt ibu jempol sbg hasil pencarian pertama..
    Sehingga saya tak menyesal memberikan asi dan akan tetap memberikan asi walau suami tidak terlalu mendukung juga..

  42. Lenny on January 13, 2011 at 5:24 am

    Wah, jadi tambah pede neh ngasih asi utk my lovely baby … berhubung anakku yg skrg dah 13 bulan gak mau sm sekali nyicip sufor (udah 3 merek sufor dicoba, dr yg murah smpe yg mahal) tetep gak mau, malah muntah .. kalo dipikir2 anakku 100% asi, jarang sakit, malahan tambah lengket n syg sm mamahnya tuh .. thanks ya bunda, artikelnya membantu bgt, jd ku gak perlu susah2 ngasih tambahan sufor, jd bun, tinggal gizi makanan ibu n anaknya sj ya yg ditingkatin ..

  43. dr. okty prahalannitya on April 23, 2011 at 10:38 am

    Bundaa, bunnda jempolan
    Senang rasanya,melihat bunda2 yang care ma anak kita…. Ga. Boleh beralasan kerja, atau sekolah. Saya Dokter baru yang juga punya anak ketiika. Sekolah… Ada baggian dari sekolahku yang mengharuskan aku pulang setiap 2 minngggu, aku tetap bisa asiX, bahkan Keetika pengabdian masyarakat,aku harus ke desa2, ppeerjuangganku Bersama bayiku tddk putus, kami tetap bisa Asi.jangan kan ibu2 yang pernah ditawari sufor, saya seebagai Dr pun. Pernah di iming2 sufor,keetika anak saya jalani fototerapi di usia 5hr dmn Kebutuhan Cairannya Meningkat 2x, biidan diRS tsb motivasi sufor terus, karena. Biar. Ia bisa. Tdur, dan. Anak saya Ga rewel,mrreeka Pun beeralasan. Karena asi sayyya baru keluar ssedddikit…. Saya kekeh… asiX lho. Sekarangg. anak ssayya tummbuh keembanng Baik ga sakit2an. Seekarang ttantangan ssaya seelanjutnnyya mendampigi bayiiku mp+ASI. Dan terus berkarya…..ibu2 juga pasti bisa.

  44. viena on May 2, 2011 at 7:23 am

    waah seneng sekali baca tulisan bunda jempol :) kalau saya punya pengalaman yang gak boleh di tiru… sejak hamil sudah bertekad untuk memberi AsiX. Saat melahirkan juga saya memilih RSIA dengan program IMD (Inisiasi menyusui dini) jadi air susu saya sudah keluar sejak hari pertama/kolostrum meski jumlah-nya belum banyak. sampai seminggu asi saya belum banyak.. asumsi banyak disini sampai keluar sendiri/tumpah. Timbangan minggu pertama anak saya dari berat lahir 3.3kg menjadi 3kg… padahal anak saya nenen terus… minggu kedua berat badan hanya naik sedikit sekali 3.05kg kata DSA gpp yang penting anak-nya sehat. anak saya memang terlihat lincah meski berat badan-nya turun. Masalah-nya mertua saya sudah kuatir sekali karena menurut-nya bayi seharus-nya gak boleh turun BB-nya. minggu ketiga di timbang lagi BB-nya menjadi 3.2kg masih dibawah berat lahir. Mertua saya sudah mendesak untuk memberi Sufor agar berat badan-nya cepat naik. saya masih keukuh dengan ASI. semakin stress lah saya… apalagi tetangga sebelah yang umur bayinya sama (bayi-nya full sufor gak di kasih Asi) terlihat lebih gemuk dari bayi saya. minggu ke empat saat di timbang BB anak saya 3.3kg mertua saya semakin panik kok cuma 3.3kg. karena anak saya termasuk susah tidur dan minta nenen terus di asumsikan kalau kurang kenyang. saya stress dan capek… akhirnya jebol-lah pertahanan saya. dengan berdiskusi dengan misua akhirnya qt berilah Sufor dengan botol khusus yang bekerja seperti payudara Ibu (agar tidak bingung punting). Karena DSA yang lama hanya bilang gpp BB turun tanpa memberi solusi. akhir-nya saya pindah DSA dan menceritakan bahwa anak saya sudah saya beri SUFOR selain Asi. Sama DSA saya di recomendasikan untuk ke klinik Laktasi. Nah disinilah saya baru sadar kalau saya terlalu terburu-buru memberi Sufor. di sana saya di ajari cara menyusui yang benar, teknik pelekatan dan rileksasi. umur anak saya sudah hampir 2 bulan. Dari situ saya bertekad untuk mengurasi susu formula dan lebih intensif untuk pemberian ASi. Sekarang umur anak saya 3.5bln, saya sudah masuk kerja… di kantor saya peras Asi meski hanya dapat kurang lbih 200ml. karena tidak nyetok dari awal, ASIP tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari anak saya. yah akhirnya siang masih dengan tambahan Sufor tetapi malam hari full Asi. selama saya di kantor anak saya habis 3-botol sufor dan 1-2 botol ASIP. Kesalahan saya adalah 1.memberi susu formula sehingga produksi ASI yang seharusnya terus meningkat sesuai umur menjadi tidak sesuai. 2. Harus lebih siap dan banyak belajar sebelum melahirkan agar tidak panik, stress dan mendengarkan masukan yang salah. 3. selama bayi kita terlihat sehat dan lincah seharus-nya asi kita cukup meski tidak berlebih. Sekarang anak saya beratnya sudah hampir 7kg :) Meski masih di bantu Sufor karena saya bekerja. Tapi saya usahakan terus memberi ASI kalau bisa sampai 2 tahun. Doakan yah…. Untuk ibu-ibu jangan sampai patah semangat untuk terus memberi ASI dan jangan tiru saya karena Sufor selain mahal juga ribet. selain itu ASI memang yang terbaik untuk bayi kita.

  45. Bunda Dhanya on May 23, 2011 at 2:16 pm

    Bu jempol, mohon masukan segera. bayi saya sdh 9 bln, MPASInya lancar walau sesekali GTM. Yg saya khawatirkan bbrp mg terakhir dia spt tdk puas menyusu. Payudara saya lembek dan tidak terasa ada LDR. Kl dipompa cm dpt krg dr 50ml padahal sebelum baby saya MPASI bs dpt 250ml sekali pompa. Apa ada suplemen makanan yg bs membantu? saya sdh berusaha berfikir positif dan santai tetapi rupanya tidak mudah untuk tidak panik ya. trm kasih

  46. Alex on June 2, 2011 at 3:51 am

    Susu ASI memang asupan yang baik sekali.

  47. Novi on June 2, 2011 at 3:53 am

    Iya betul, ponakan saya yang kecilnya minum ASI memiliki kekebalan tubuh yang baik.

  48. linna on June 30, 2011 at 9:20 am

    Ibu jempol emang jempolan.
    Saya pengen bangett kasih Asi exlusif tp apa daya poduksi Asi sy sedikit trus saya punya masalah puting susu saya masuk kedalam sehingga anak saya kesulitan dalam menyedot Asi.setiat saya coba susui dia ngamuk dan ngga mau menghisap nenen.saya beralih ke sufor tp tetep usaha kasih asi dg memompa tp itupun ngga banyak cuma sktr 10ml-20ml(dalam sehari).saya putus asa akhrny saya ksh sufor saja.berat bgt tp asi tetep ga produksi bnyak.puting pun ngga keluar saya mohon solusinya agar saya tetep dpt ksh asi ke anak saya.

  49. Ummi Fatimah on July 26, 2011 at 5:59 am

    Ibu Jempol saya sebetulnya sangat termotivasi dengan artikel ini. Sudah banyak artikel yang saya baca mengenai keunggulan ASI. Sebetulnya saya sangat ingin memberi ASI untuk anak saya tanpa sufor. Saya sempat memberinya ASI saja selama 9 bulan, karena saya bersikukuh ingin hanya memberinya ASI. Tapi saudara-saudara saya tidak mendukung saya, karena anak saya kurus, hingga saat ini umur 10 bulan BB nya baru 7 kg, tapi sangat aktif. Saat saya diBandung, dokter anak saya tidak menganjurkan sufor walaupun kenakian BB anak saya sangat sedikit setiap bulannya, katanya masih normal dan tidak masalah selama diberi ASI. Namun sejak saya pindah ke Sidoarjo, saudara saya selalu menyarankan sufor begitupun dokter anak saya. Sebetulnya saya semakin dilema, saya suka bertanya-tanya apakah ASI saya kualitasnya buruk, karena setelah 6 bulan (ASI ekslusif) saya memang merasa ASI saya tidak sebanyak sebelumnya. Semakin banyak orang mengatakan anak saya kurus, saya semakin dilema, akhirnya saya menuruti untuk memberi sufor untuk menaikkan berat badannya. Baru sekitar 3 minggu ini saya beri sufor memang badannya agak berisi. Perlu diketahui saya tidak memiliki pembantu untuk membantu mengurus rumah dan menjaga anak saya, sedangkan suami saya bekerja kurang lebih 12 jam sehari, saya hanya memiliki seorang tukang cuci dan setrika yang datang seminggu 3x, itupun banyak bolosnya. Karena itu ketika saya memberinya hanya ASI saya agak kerepotan mengerjakan ini itu, karena sebentar2 anak saya minta asi, paling tidak setiap 2 – 3 jam, dan tidak sebentar bahkan pernah selama 2 jam tidak mau lepas dari PD saya (anak saya laki-laki 10 bulan), sehingga terkadang saya sering menunda makan (karena saya juga harus menyiapkannya sendiri). Apakah karena hal itu ASI saya kualitasnya jadi buruk? sejak saya memberinya sufor memang jadi agak santai, saya bisa melakukan ini itu. Banyak sekali yang ingin saya tanyakan mengenai ASI, dan bagaimana caranya agar saya bisa memberinya ASI (hanya ASI) selama 2 tahun dan mempertahankan ASI saya. Bagaimana menurut Ibu Jempol? apakah saya bisa mendapatkan solusi untuk permasalahan saya ini?

  50. Mimomma on July 27, 2011 at 10:42 am

    Aku gagal ASIX
    Sama seperti alasan kebanyakan ibu2 awam. Mengira bayiku terlali kurus dan asi ku kurang.
    Maka di umur 5 bulan babyku. Sudah diberi bubu susu.. Berharap bisa catch up BB. Ternyata ngga sama sekali. Skrg tergoda beli sufor. Tp ak baca artikel ini 2x. Pertama sebelum bayi lahir (dan membuat ak semangat asi) kedua saat ak udah desperate..jadi ak akan lanjut asi.. Thankss bu jempol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Artikel via Email

Isi E-mail, Klik Saya Mau:


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda